Translate

Showing posts with label Info Kampus. Show all posts
Showing posts with label Info Kampus. Show all posts

DEBAT CAPRES-CAWAPRES 2014


Ringkasan Debat Capres dan Cawapres Ronde Pertama

debat capres-cawapres
Senin lalu akhirnya debat calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (cawapres), yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, telah dilakukan. Berdasarkan jadwal dari KPU, debat pilpres ini akan dilakukan sebanyak lima kali. Untuk debat ronde pertama, adapun tema yang dibahas adalah tentang pembangunan demokrasi, pemerintahan bersih, dan kepastian hukum. Format debatnya sendiri dibagi ke dalam enam babak, yaitu lima babak tanya-jawab antara kandidat dan moderator serta closing statement dari tiap kandidat. Bagi kamu yang tidak sempat menonton dan ingin mengetahui garis besar debat kemarin, Ayo Vote telah meringkasnya ke dalam sebuah tulisan. Berikut ini adalah kumpulan pertanyaan dan jawaban pada debat capres-cawapres ronde pertama:
Apa agenda paling penting dalam proses pembangunan demokrasi, pemerintahan bersih, dan kepastian hukum?
Prabowo-Hatta:
Bagi mereka, demokrasi adalah cita-cita pendiri bangsa sehingga perlu dipertahankan, diperbaiki, dan dikembangkan. Demokrasi Indonesia saat ini masih ada kekurangan. Oleh sebab itu perlu ada budaya dan pendidikan politik. Seperti halnya demokrasi, pemerintahan yang bersih syarat mutlak agar tercipta Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Adapun demokrasi yang diinginkan oleh Prabowo adalah demorkasi yang produktif, bukan destruktif.
Lalu untuk kepastian hukum, hal tersebut adalah jaminan dari negara untuk memberikan rasa aman kepada rakyatnya. Hatta menambahkan, kepastian hukum juga harus memberikan jaminan terhadap penghapusan diskriminasi dalam berbagai bentuk, terutama berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, Prabowo-Hatta memastikan jika mereka terpilih nanti, penegakan hukum akan setara.
Jokowi-JK:
Demokrasi adalah mendengar suara rakyat dan melaksanakannya. Berbagai cara telah ditempuh oleh mereka seperti dengan blusukan dan musyawarah bersama masyarakat untuk mendengarkan aspirasi mereka. Mengenai pemerintahan yang bersih, Jokowi menyatakan bahwa untuk mencapai hal itu perlu ada dua syarat: 1) pembangunan sistem seperti e-budgeting, e-catalogue, pajak online, dan lainnya. 2) Pola rekrutmen yang benar, yaitu promosi yang terbuka.
Mengenai kepastian hukum, Jusuf Kalla menyatakan bahwa pelaksanaan hukum harus dilakukan dengan benar sesuai dengan aturan yang ada. Dalam prosesnya, perlu ada keteladanan dari pemimpin dalam menaati aturan hukum, terutama mengenai HAM. Selain itu, institusi hukum seperti KPK harus diperkuat, baik dari jumlah maupun anggarannya.Polisi dan jaksa juga harus sejalan agar tercipta kepatian hukum.
Apa evaluasi anda terhadap pemerintahan saat ini dan bagaimana cara anda mempertahankan hal-hal baik di pemerintahan anda selanjutnya jika terpilih?
Jokowi-JK:
Bagi Jokowi, siapapun presidennya, yang baik akan dilanjutkan dan yang kurang baik akan dihentikan. Namun, hal-hal yang sifitnya prinsip dan ideologis akan tetap dimasukkan ke pemerintahan selanjutnya. Untuk evaluasi, Jusuf Kalla melihat bahwa perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan, yang ditandai dengan banyaknya defisit dan anggaran yang tidak berfungsi. Maka perlu adanya reformasi dalam sistem pemerintahan, yang disebut dengan “Revolusi Mental”. Salah satunya dengan menciptakan sistem pemerintahan yang transparan. Jokowi menambahkan, yang terpenting adalah pada saat pelaksanaaan dan manajemen pengawasannya yang harus diperkuat.
Apa agenda khusus anda untuk memperbaiki kondisi hukum dan efektifitas pemerintahan di Indonesia?
Prabowo-Hatta:
Bobroknya sistem pemerintahan dan hukum diakibatkan oleh kebocoran kekayaan nasional yang besar sehingga tidak ada SDA yang cukup untuk dinikmati oleh para aparatur negara yang menentukan jalannya pemerintahan. Korupsi terjadi karena banyak pejabat yang takut dengan pensiun dan tidak bisa mengembalikan modal yang telah dipakai untuk berkampanye. Makanya dia kemudian mencoba ambil dari APBD. Oleh karena itu, solusi yang diberikan oleh Prabowo-Hatta adalah dengan meningkatkan kualitas hidup para aparatur negara, seperti PNS, jaksa, dan hakim agar mereka tidak melakukan korupsi. Rekrutmen yang baik dan terbuka juga perlu dilakukan agar menghasilkan pemerintahan yang baik.

Bila anda terpilih, apa langkah anda untuk mengurangi biaya politik yang tinggi serta menjadikan pemerintahan yang bersih dan terhindar dari politik transaksional?

Prabowo-Hatta
Prabowo menyatakan bahwa mereka, bersama dengan partai-partai pengusung, menyepakati agar APBN & APBD tidak dikurangi sepeserpun. Hatta menambahkan, berhubung presiden dipilih langsung oleh rakyat dan proses penentuan menteri merupakan hak preogatif presiden, maka dalam penentuannya harus tegas dan sesuai visi-misi dan rencana pembangunan. Dalam bentuk sederhana adalah menciptakan kabinet ahil atau kabinet zaken. Untuk mengurangi tingginya ongkos politik dalam pemilu, maka Prabowo-hatta bertekad menciptakan demokrasi serta sistem pemilihan yang murah dan efisien.

Jokowi-JK:

Partai politik harus merombak pola rekrutmen anggotanya, yaitu lebih memilih berdasarkan track record dan prestasi. Terkait dengan transaksional, Jokowi sudah menegaskan dari awal bahwa mereka ingin menciptakan koalisi yang ramping agar ke depannya lebih memprioritaskan kepentingan rakyat, bukan kepentingan bagi-bagi kursi. Untuk konteks biaya politik pilkada, Jusuf Kalla memberikan solusi dengan cara penyatuan pilkada agar efisien.
Kerangka hukum apa yang anda bangun utk menjaga prinsip bhineka tunggal ika di masyarakat?
Jokowi-JK:
Isu bhineka tunggal ika sudah final. Lagipula upaya dalam menjaga prinsip tersebut sudha ditunjukkan dengan contoh konkret dalam pengangkatan Lurah Lenteng Agung yang beragama non-mayoritas. Kerangkan hukum sebenarnya sudah ada, tinggal pelaksanaannya saja. Semua sudah dibuktikan oleh upaya yang dilakukan oleh Jokowi maupun Jusuf Kalla pada masa kepemimpinannya.
Prabowo-Hatta:
Kerangka hukum sebenarnya sudah jelas dan tegas. Prabowo juga sudah terbukti dalam penegakkan prinsip bhineka tunggal ika pada saat berusaha sekuat tenaga mengusung Ahok menjadi wakil gubernur Jokowi di DKI Jakarta. Intinya adalah perlu ada pendidikan dan contoh nyata, salah satunya dalam proses rekrutmen dan memberikan kesempatan bagi setiap orang tanpa ada diskriminasi.
Bagaimana sikap anda terhadap pelaksanaan pilkada yang menelan biaya yang besar? Bagaimana juga dengan permintaan pemekaran daerah yang akhir-akhir ini muncul?
Jokowi-JK:
Pemilihan langsung kepala daerah sebaiknya tetap dipertahankan, hanya teknisnya yang perlu diperbaiki yaitu dengan pelaksanaan secara serentak untuk efisiensi biaya. Mengenai pemekaran, pemberian izin diperboleh tapi dalam pelaksanaannya diperketat. Jika ternyata daerah yang telah dimekarkan terbukti gagal dan membebani negara, harus mau dicabut kembali statusnya. Adapun yang menjadi pertimbangan daerah untuk dimekarkan adalah dilihat dari pendapatan daerah tersebut, manfaat dari pemekaran kepada masyarakat, luas wilayah, dan jumlah penduduk.
Bagaimana anda akan menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu dan mempertahankan di masa datang?
Prabowo-Hatta:
HAM yang paling dasar adalah hak untuk hidup. Tugas undang-undang dasar adalah melindungi segenap rakyat indonesia, itu tugas utama pemerintah. Sebuah pemerintah hrs melindungi segenap rakyat dari dalam negeri dan luar negeri, seperti mencegah kelompok-kelompok radikal dan menggunakan kekerasan dan mengancam keselamatan orang-orang yang tak bersalah. Jadi, manakala kita menghadapi kelompok yang ingin merakit bom, menimbulkan huru-hara, mengancam kelangsungan negara, maka orang ini menjadi ancaman terhadap penegakan HAM. Karena itu kewajiban seorang petugas melindungi segenap tumpah darah dari ancaman tersebut. Adapun langkah konkrit yang bisa ditempuh adalah dengan memberikan pendidikan mengenai HAM di segala sektor. Hatta juga menambahkan agar penegakan hukum ke depannya juga tidak diskriminatif dan tidak pandang bulu.

Bagaimana cara anda menyingkirkan tantangan yang menghalangi anda, seperti masalah tata kenegaraan, dalam melaksanakan visi misi anda?

Prabowo-Hatta:
Starategi pertama yang akan dilakukan oleh Prabowo-Hatta adalah menentukan sektor mana yang terlebih dahulu diperbaiki karena dianggap memberikan efek domino pada bidang yang lain. Yang menjadi target utama Prabowo-Hatta adalah sektor pangan. Cara lain adalah dengan meningkatkan komunikasi kepada rakyat. Pemerintah harus sosialisasikan smua program untuk dapat dukungan rakyat. Sedangkan Hatta melihat bahwa yang perlu dilakukan adalah reformasi birokrasi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah perampingan jumlah lembaga, penerapan akuntabilitas, serta penguatan lembaga untuk mencegah terjadinya korupsi.

Jokowi-JK:

Untuk menyesuaikan antara pusat dan daerah, maka perlu adanya politik anggaran dari pusat dengan melakukan reward & punishment bagi tiap daerah,. Politik anggaran bisa kita lakukan, misalnya dalam pembangunan sistem pelayanan terpadu satu pintu, daerah diperintah untuk membuat itu, kalau tidak bisa dana alokasi khususnya dipotong atau dikurangi. itu untuk daerah sudah mengerikan. Mengenai tumpang tindih lembaga, Jokowi memberikan solusi agar semua proses pembuatan aturan melalui satu pintu, yaitu dari sekneg lalu dikembalikan ke daerah, maka akan jelas. Dan terkait reformasi birokrasi, secara modal sudah mumpuni, tinggal perbaikan sistemnya yang harus diutamakan.

Ringkasan Debat Capres Ronde Kedua

jokowi - prabowo 2
Debat Capres edisi kedua berlangsung pada hari minggu (15/6) kemarin. Berdasarkan agenda KPU, masih ada tiga rangkaian debat lagi yang harus dijalankan masing-masing capres dan cawapres. Debat edisi kedua ini bisa dibilang lebih menarik dibandingkan dengan edisi pertama. Kedua calon presiden saling melempar tanya jawab dan mempertontonkan debat yang sengit. Debat yang berlangsung di Hotel Gran Melia tersebut terbagi ke dalam enam sesi, yaitu visi & misi, pendalaman visi & misi, pertanyaan dari moderator, sesi tanya jawab antar kedua calon, debat antar calon dan pernyataan penutup. Bagi kamu yang tidak sempat menonton dan ingin mengetahui garis besar debat kemarin, Ayo Vote telah meringkasnya ke dalam sebuah tulisan. Berikut ini adalah kumpulan pertanyaan dan jawaban pada debat capres ronde kedua:
Jokowi : Bagi saya ekonomi ditujukan sebesar-besarnya untuk rakyat. Itulah ekonomi Berdikari. Yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah pembangunan manusia lewat revolusi mental. Kemudian bidang kesehatan dengan kartu Indonesia Sehat, kemudian bidang kecerdasan dengan kartu Indonesia Pintar. Dengan semua itulah produktivitas kita akan meningkat. Pertumbuhan ekonomi yang diimbangi dengan pemerataan, pembangunan koperasi, umkm, pasar tradisional, pertanian. Kedua, pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan, karena akan percuma jika pemerataan itu tidak ada. Pemerataan akan menjadi sebuah perhatian bagi kami berdua. Inilah yang akan membuat ekonomi kita kokoh dan berdaya saing tinggi.
Prabowo: Kita berbicara mengenai pembangunan, akan tetapi masalahnya dari mana uangnya? Dari mana sumber dayanya? Pada tanggal 7 September 2013, Ketua KPK menyampaikan kekayaan negara kita tiap tahunnya hilang sebanyak 1000 triliun. Kami, Prabowo dan Hatta ingin menutup kebocoran 1000 triliun tersebut dan ingin dialirkan untuk membangun ekonomi kerakyatan, dari ibukota turun ke desa. Sumber daya sudah ada, tinggal keberanian dan kemauan kita untuk membangun bangsa. Saya akan mengalokasikan minimal 1 milliar tiap tahunnya kepada rakyat Indonesia, meminimalkan korupsi, dalam 5 tahun 2 juta hektar sawah, 3000 km jalan raya, 8 pelabuhan, Bank Tani Rakyat, Bank Koperasi. Dalam lima tahun kami akan meminimalkan korupsi, menaikkan rata-rata penghasilan hingga dua setengah kali lipat. Dananya ada, tinggal kemauan dan kerja keras kita dalam membentuk ekonomi kerakyatan. Kami akan bekerja keras untuk mencapai semua itu, kita akan menjadi negara kuat, negara terhormat karena kita menguasai kekayaan kita sendiri.
Mengapa ekonomi kerakyatan? Bagaimana strategi dan kebijakan investasi sesuai dengan konteks ekonomi kerakyatan? Kemudian bagaimana strategi dan kebijakan investasi yang Anda tawarkan sesuai dengan konteks Ekonomi Kerakyatan?
Prabowo : Ekonomi Kerakyatan sesuai pasal 33 1995 — perekonomian yang berasasakan kekeluargaan, dan dikuasai oleh pemerintah, penguatan dan pemberdayaan kerakyatan. Menjamin kondisi dan keselamatan dan perlindungan terhadap golongan tertinggal yang tidak bisa menghadapi persaingan abad 21. Pemerintah harus turun tangan dan menjadi pelopor. Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi jalan tengah. Perekonomian kita harus berazaskan kekeluargaan. Ekonomi harus ditujukan kepada pemberdayaan dan penguatan rakyat. Kebijakan investasi terbuka, tapi tidak boleh mematikan ekonomi rakyat. Harus kita bangkitkan koperasi dan usaha menengah.
Mengapa harus berdikari? Bagaimana sikap Anda tentang hutang pemerintah?
Jokowi : Untuk memberantas kemiskinan memang harus kita berani memberikan program khusus. Bukan hanya anggaran, akan tetapi sistem yang harus dibangun. Kartu sehat untuk membantu rakyat. BPembangunan pasar tradisional, pembangunan ruang-ruang PKL, pasar tradisional harus diurus dengan manajemen yang baik, rakyat membutuhkan bukti, ruang – ruang diberikan kepada pasar, harus ada ruang khusus bagi PKL. Semua kota harus memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada PKL. Hutang dapat diselesaikan asal ada efisiensi dalam APBN, dengan membangun sistem, e- audit, e-sistem.e-budgeting. Investasi sangat penting, detil ke daerah-daerah yang tingkat kemiskinan besar, sehingga akan terbuka lapangan pekerjaan.
Prabowo : Kemiskinan dan pengangguran adalah sasaran strategi pembangunan ekonomi kami, fokus kami ada pada sektor pertanian, karena dapat menyerap tenaga kerja yang banyak, dan bisa menghasilkan dalam waktu yang singkat. Benchmark 1 hektar bisa menyerap 6 orang kerja, dari hulu ke hilir. Kita masih memiliki 77 hektar hutan yang sudah rusak, dan terus bertambah. sebagian dari hutan yang rusak tersebut, 2 juta hektar ditambah dan ethanol. Target kami adalah mendapatkan tanaman dengan harga yang baik. Kita dengan dorongan ekonomi yang tumbuh, ini akan mengurangi pengangguran dan upah akan naik dengan sendirinya.
Bagaimana kebijakan untuk pertumbuhan penduduk? dan bagaimana untuk layanan dan akses kesehatan? khususnya bagi perempuan.
Prabowo : Pertumbuhan kita 5 juta per tahun. Kita harus tambah gaji dokter, gaji bidan. Kita tidak bisa main-main dengan tantangan kita. Tutup kebocoran, amankan kekayaan negara, uang tunai akan diinvestasikan ke kesehatan dan pendidikan. Lakukan Big Push Strategy yaitu dengan investasi besar – besaran untuk rumah sakit, posyandu, dan gaji pekerjanya. Bagaimana dan cara apa yang harus dilakukan? Kita bangun pabrik, irigasi, waduk, jalan raya. Ini semua akan menumbuhkan roda ekonomi, kesehatan dan pendidikan.
Jokowi : BKKBN kita harus kembali dihidupkan. Kampanye kita tentang kelahiran telah menurun sehinggan pertumbuhan penduduk tidak terkendali. BKKBN terjun langsung ke masyarakat dan meyakinkan masyarakat akan program 2 anak itu cukup. Jika tidak ada kontrol di lapangan, sistem akan percuma. Anggarannya ada, hanya sistemnya yang perlu dibangun.
Bagaimana pandangan Bapak mengenai DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus)?
Prabowo : Dana alokasi bisa naik kalau penghasilan negara naik, inilah yang saya perjuangkan. Bagaimana penghasilan kita tidak bocor ke luar.
Apa target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan dan bagamana strateginya untuk mencapai hal tersebut?
Jokowi : Ekonomi kita akan tumbuh di atas 7% asal regulasi terbuka dan memberikan ruang untuk investor lokal untuk bergerak. Jika sistem perizinan harus dipangkas waktunya, (target)7% tidaklah sulit. Produk lokal bisa berkompetisi di dunia agar mereka diberi ruang untuk pemasaran. Dubes kita jangan asal berdiplomasi saja. Industri kecil bisa tampil, asal negara hadir.
2 tahun ini kita mengalami banyak defisit, apa yang salah?
Prabowo : Defisit terjadi karena kekayaan negara bocor ke luar negeri. Itu esensinya. Beban untuk impor kita sangat tinggi sehingga defisit perdagangan terjadi. Kekayaan kita bocor. Harus ada pemerintah yang berani menutup kebocoran itu. Baru tidak defisit, bahkan surplus.
Apakah Jokowi setuju wajib belajar 12 tahun? Jika setuju, artinya butuh tambahan biaya 40 triliun. Kemudian bagaimana dengan peningkatan investasi pendidikan di bidang pendidikan?
Jokowi : Pembangunan manusia dimulai dari pendidikan, tapi harus ada evaluasi dan perubahan. Penddidikan di tingkat SD 80% harus berbicara dgn pendidikan karakter, pendidikan hal utama, berapapun yang dibutuhkan dalam investasi pendidikan  akan kami berikan, apalagi hanya 40 triliun. Jika produktivitas dan daya saing kita tinggi, kekayaan alam kita akan dikelola dan dinikmati oleh bangsa kita sendiri.
Bagaimana meningkatkan peran TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) ?
Prabowo : Itu tugas kepala daerah untuk meningkatkan perannya. Itu tanggung jawab kepala daerah.
Indonesia negara besar, begitu juga tantangannya. Bagaimana untuk meningkatkan daya saing infrastruktur?
Jokowi : Infrastruktur yang penting itu adalah tol laut. Karena akan menekan harga semen di seluruh daerah di Indonesia. Transportasi laut sangat murah. Jawa-Eropa lebih murah daripada Jawa-Papua. Dengan begitu akan memberikan rasa keadilan dalam harga di setiap daerah seperti Papua, Jakarta, dan Sumatra. Tidak seperti sekarang yang cukup berbeda. Uang yang ada harus diinvestasikan ke tol laut dan kereta api.
Bagaimana pandangan bapak mengenai ekonomi kreatif ?
Prabowo : Ekonomi kreatif penting karena penduduk kita banyak, bidang dimana kita bisa bersaing dengan bangsa lain. Pemerintah harus menginvestasikan dana besar di bidang pendidikan untuk mendorong anak muda kita sehingga industri kreatif bisa mengahasilkan nilai tambah negara kita. Kita punya naluri seni dan bakat di bidang kreatifitas. Jika diberikan kesempatan tentu akan mengahasilkan devisa yang banyak di abad 21.
Jokowi : Bidang ekonomi kreatif seperti musik, animasi, seni pertunjukan, video, produk kreatif dan desain produk , ruangnya belum diberikan dukungan penuh oleh pemerintah. Padahal jika didukung akan berkembang. Seni pertunjukkan dari Sabang hingga Merauke, Jika kita punya manajemen panggung yang baik, promosi lighting yang baik, tentu akan bisa ditunjukkan ke dunia. Animasi kita diekspor ke luar.
Negara kita akan menerima ASEAN Economic Community, yg telah kita setujui, akan banyak dampak, salah satunya yaitu orang asing yang bekerja disini, bagaimana cara menghadapinya?
Jokowi : Kita harus memberi dorongan kepada anak-anak muda kita agar mereka masuk terlebih dahulu. Pasar domestik tidak bisa dimasuki pasar dari luar, hal yang berkaitan dengan perizinan, investor lokal diberikan kemudahan, tapi yang dari luar gak apa-apa lahsedikit-sedikit disulitkan. Pembangunan manusia akan menjadi daya saing dan produktifitas dan akan membuktikan kita dapat bersaing di pasar.
Bagaimana rincinya tentang perusahaan luar yang ingin buka di Indonesia?
Jokowi : Pemerintah harus membuat regulasi agar mereka (asing )tidak secara mudah masuk ke wilayah kita. Contohnya BI telah memiliki regulasi yang tidak memudahkan pihak asing untuk masuk ke dalam. Hambatan itu ada tapi secara tertutup hambatan tersebut harus dibangun melalui regulasi. Kita terbuka, tetapi yang paling utama adalah untuk melindungi ekonomi kita.
Bagaimana penjelasan visi misi dan anggaran desa? Karena yang saya tahu angkanya lebih dari itu, karena disesuaikan luas daerah dan jumlah penduduk masing-masing daerah.
Prabowo : Keputusan itu saya buat sebelum undang-undang dibuat. 26 Oktober 2013 saya membuat deklarasi tersebut yang pada akhirnya mengeluarkan UU Desa yang masih hrs diikuti dengan perarturan pemerintah. Jadi jika di atas 1 miliar, alhamdulilah, jika kurang maka kami lengkapi.Tidak jadi soal berasal dari mana uang tersebut, yang penting dana sampai ke desa.
Ada kontrak-kontrak  yang dilakukan dengan pihak asing tapi merugikan pihak Indonesia, bagaimana dan apa yg harus dilakukan?
Jokowi : Kita harus menghormati semua kontrak yang ditandatangani,  tidak bisa diubah begitu saja. Penghormatan kontrak, merupakan pembangunan kepercayaan, setelah kontrak selesai, baru bisa kita kaji apakah akan dilakukan kerjasama secara terus menerus atau tidak. Intinya SDA digunakan untuk rakyat banyak, yang penting dikalkulasi apakah kerjasama dengan BUMN, apakah diambill alih secara total oleh BUMN, yang penting harus menguntungkan negara, bukan asing. Kekayaan alam sebesar-besarnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat!!
Bagaimana dengan kontrak yag merugikan tapi masih dalam jangka panjang? Apakah tidak sebaiknya dilakukan perundingan ulang? Negosiasi?
Jokowi : Kalau poinnya jelas dan ada kans untuk melakukan renegoisasi, akan kita lakukan. Akan tetapi setiap kontrak yang ada di depan harus dilakukan secara detail,sehingga tidak akan merugikan negara kita dan demi kemakmuran rakyat.


Ringkasan Debat Capres Jokowi VS Prabowo (15 Juni 2014)

171637_86571_Jokowi_jk_prabowo_hatta
A. SESI 1 VISI MISI EKONOMI
Jokowi :
1. Ekonomi Berdikari – Rakyat menghasilkan ekonomi berkekuatan
2. Mencapai ekonomi berdikari dengan memperbaiki mental dan menjamin kesehatan rakyat, kalau rakyat sehat dan rakyat berpendidikan, maka daya kompetisi ekonomi menjadi tinggi.
3. Mencapai hal tersebut dengan membuat Kartu Sehat Indonesia dan Kartu Pendidikan Indonesia
4. Kita harus memperkuat infrasturktur perekonomian.
Prabowo :
1. Betul kita butuh sehat, kita butuh berpendidikan, tetapi dari mana dananya?
2. Menurut data ketua KPK ada 7200 trilliun kebocoran
3. Kami memakai tim pakar kami, jika 1000 trilliun saja bisa dijamin kita sudah bisa membangun koperasi, membangun desa dengan program 1 milliar satu desa/lurah, dan menaikkan pendapatan semua rakyat hingga 2.5 kali misalnya dari tiga juta -> 6 juta, membangun pelabuhan dan lain-lain.
4. Kita akan mengucurkan dana dari kota ke desa bukan dari desa ke kota.
B. SESI 2 PERTANYAAN MODERATOR
Moderator ke Prabowo : Mengapa harus ekonomi kerakyatan, bagaimana kebijakannya?
Prabowo :
Ekonomi kerakyatan adalah ekonomi jalan tengah, didasarkan pada pasal 31. Ekonomi harus menjamin kondisi keselamatan dan perlindungan kepada golongan rakyat tertinggal. Ini membedakan kita dengan neoriberal. Pemerintah harus turun tangan membela rakyatnya.
Iklim investasi, kami mendukung investasi asing. Tetapi tidak mematikan ekonomi rakyat dengan membuat koperasi dan mengucurkan massive fund ke rakyat. Kita akan meningkatkan dari 5 trilliun yakni yang dikucurkan pemerintah saat ini menjadi 20 trilliun saat pemerintahan kita nantinya. Terima kasih.
Moderator ke Jokowi : Mengapa harus ekonomi berdikari?, bagaimana kebijakannya?, bagaimana pendapat anda mengenai realisasi pajak?
Jokowi :
Pasar tradisional sudah saya bangun dan menjadi pengalaman yang sudah saya buktikan . Mengapa harus pasar tradisional ?, karena disanalah produk-produk petani dijual, di sanalah produk-produk pengrajin tahu dan lapisan rakyat terendah berjualan.
Kota harus memberikan ruang sebesar-besarnya kepada para pedagang kaki lima (pkl), tetapi bukan hanya sekedar itu. Manajemen eknominya juga jelas. Jika kita bisa mengelola hal-hal kecil, niscaya ekonomi kita akan berkembang.
APBD harus diefisiensi, sehingga pembangunan menjadi efisien dengan menghindari kebocoran-kebocoran APBD. Memang betul ada program-program besar tetapi implementasinya dari hal-hal kecil bukan program awing-awang. Terima kasih
C. SESI KE TIGA : PENAJAMAN / PERTANYAAN MODERATOR
Moderator ke Jokowi : Pemerintah harus menjamin pekerjaan bagi rakyatnya. ?, bagaimana program anda mengenai strategi ketenagakerjaan, bagaimana anda membuat lapangan pekerjaan?, tinggi anggaran mengapa tidak focus ke rakyat?
Jokowi :
Pemerintah harus berani membuat program khusus kepada rakyat yang kurang berkembang. Bukan hanya anggaran yang disiapkan, namun bagaimana pengelolaannya. Maka harus dibangun sistemnya.
Mengapa?, karena keluhan mengenai kesehatan dan pendidikan adalah focus utama, maka system yang wajib di bangun adalah KSI, dan KPI.
Investasi harus didorong ke semua provinsi jangan hanya di jawa dan sumatera, dan infrastruktur harus dibangun. Dengan demikian tingkat urbanisasi tidak terjadi.
Saya adalah gubernur pertama yang menaikkan upah hingga 44 %. Saya sudah buktikan Terima kasih.
Moderator ke Prabowo : Pemerintah harus menjamin pekerjaan bagi rakyatnya. ?, bagaimana program anda mengenai strategi ketenagakerjaan, bagaimana anda membuat lapangan pekerjaan?, tinggi anggaran mengapa tidak focus ke rakyat?
Prabowo
Kemiskinan dan pengangguran adalah focus kami. DImana kami memfokuskan pembangunan di sector pertanian. Pertanian bisa menghasilkan dalam waktu yang sangat singkat, contoh padi 100 hari, jagung 120 hari, dan benih-benih unggul lainnya. Ini bisa menyerap banyak lapangan pekerjaan.
Ada 77 hektar hutan rusak, dan hutan rusak itu akan diubah menjadi 2 juta hektar sawah baru, dan 2 juta hektar etanol.
Indonesia harus meningkatkan produktivitasnya, kita harus bekerja tidak sedikit-sedikit, kita harus berpikir besar, dan menghasilkan produk besar. Terima kasih.
Moderator ke Prabowo :
Pertumbuhan penduduk sangat tinggi, kasus kematian ibu saat melahirkan semakin naik, bagaimana kebijakan anda mengenai pertumbuhan penduduk, dan bagaimana anda menangani akses kesehatan khususnya bagi perempuan?
Prabowo :
Kita melihat memang terjadi ledakan pertumbuhan, tercatat Kelahiran 5 juta penduduk. Bagaimana kita menangani masalah ini?, pertama kita harus mencari dana. Tadi kita harus menghindari kebocoran, kita akan mendapat uang cash dari semua kebocoran 1000 trilliun. Kita akan menambah dokter, bidan, perawat. Kita harus buat big push untuk masalah ini,
Kita harus memperbaiki gaji dokter, gaji perawat. Kita akan ambil dari 1000 trilliun tadi dan dari produktivitas Indonesia, dari situlah dananya.
Apa strategi kita, bagaimana? Kita butuh strategi besar, kita butuh totalitas, kita amankan kebocoran, dan bangun pabrik, bangun irigasi, bangun kereta api ribuan kilometer, bangun waduk.
Pada akhirnya kita investasikan di posyandu dan bidang kesehatan sebesar-besarnya.
Moderator ke Jokowi : Pertumbuhan penduduk sangat tinggi, kasus kematian ibu saat melahirkan semakin naik, bagaimana kebijakan anda mengenai pertumbuhan penduduk, dan bagaimana anda menangani akses kesehatan khususnya bagi perempuan?
Jokowi :
Kita harus melihat kembali mengenai kampanye KB oleh BKKPN. Sehingga pertumbuhan penduduk bisa ditekan. Kita harus membuat masyarakat sadar bahwa memiliki dua anak itu cukup dengan kampanye keluarga berencana.
Mengenai angka kematian ibu semakin tinggi. Saya sudah sampaikan bahwa ini sebenarnya masalah system. Anggaran kita tinggi, tetapi tidak ada pengelolaan. Sama saja, Kita jangan membicarakan hal tinggi-tinggi bicara mengenai dana trilliunan, tetapi hal paling dasar tidak kita tangani.
Dengan adanya kartu Indonesia sehat, semua bisa secara rutin cek kesehatan tanpa adanya biaya. Darimana biayanya?, anggarannya sudah ada. Tidak usah mikir trilliunan, itu sudah ada anggarannya hanya sistemnya yang belum ada yakni Kartu Sehat Indonesia.
D. SESI 4 : TANYA JAWAB ANTAR CAPRES
Jokowi ke Prabowo : Bagaimana pandangan bapak terkait DAO dan DAK ?
Prabowo :
DAO dan DAK harus kita tingkatkan,
Dana ke daerah, dana ke kabupaten bisa naik jika pendapatan negara bertambah.
Ini yang sudah bertahun-tahun saya perhatikan, bagaimana caranya supaya menghindari kebocoran ke luar negeri?, bagaimana caranya kita mengamankan kekayaan negara itu, baru dengan itu bisa kucurkan ke daerah.
Prabowo ke Jokowi : Kondisi ekonomi dunia kurang menguntungkan, pertumbuhan ekonomi dunia 3.3 %, dan Indonesia di atas 5 %. Apa target pertumbuhan Indonesia jika bapak terpilih?
Jokowi :
Ke depan saya meyakini pertumbuhan kita bisa naik di atas 7 % dengan catatan iklim investasi harus terbuka, sehingga investor local semakin banyak,
Kedua masalah perizinan harus dipermudah. Para investor merasa dilayani dengan mudah. Contoh harusnya IMB, SIUP, dan hal perizinan lainnya bisa dilakukan secara online.
Ketiga arah industri eksport harus dibuka sebesar-besarnya. Industri apa?, industri dari kampung-kampung, industri desa-desa, kita buat berkompetisi di dunia. Bagaimana caranya?, Dubes nantinya tidak diplomasi saja, tetapi juga menjadi marketer negara.
Saya sudah buktikan sebagai pelaku industry kecil ini, semua bisa dilakukana asal negara hadir !.
Jokowi ke prabowo : Bapak bilang kita banyak uang, sebenarnya kita malah mengalami banyak defisit di perdagangan dan APBN?
Prabowo :
Esensinya adalah kita mengalami defisit, karena kekayaan kita bocor ke luar.
Kita impor minyak sehingga kita defisit perdagangan, kita defisit anggaran, karena kekayaan kita bocor!. Ketua KPK mengatakan pada bulan september bocor 7200 trilliun. Kalau angka saya 1400 trilliun.
Jadi kalau bapak Tanya mengapa defisit? Ya karena kebocoran itu. Jawabannya pemerintah harus berani menutup kebocoran itu sehingga kita kembali menjadi macan asia.
Prabowo ke Jokowi : pendidikan sangat penting, selama ini kita wajib belajar 9 tahun, apakah bapak setuju jika 12 tahun, jika ini dilakukan kita akan membutuhkan penambahan hingga 40 trilliun, bagaiman pendapat bapak?.
Jokowi :
Saya sudah katakana pendidikan sangat penting. Ini menjadi hal yang utama.
Menurut kami pendidikan di tingkat SD harus 80 persen berbicara mengenai pendidikan karakter, sikap mental, 20 persen pengetahuan, di smp 60 karakter, 40 pengetahuan, di sma 80 pengetahuan 20 persen karakter.
Dengan itu kita akan mendapatkan manusia-manusia yang berdaya saing.
Berapapun dana yang dibutuhkan untuk pendidikan, apalagi hanya 40 trilliun itu tidak ada masalah, kita bisa dapatkan dari efisiensi listrik , bbm, dan lainnya, kita malah bisa menghemat 70 trilliun.
Kita bisa maju jika kita memiliki kemampuan mental yang bagus !
Jokowi ke Prabowo : Bagaimana cara meningkatkan peran TPID?
Prabowo :
Apa itu TPID?, (jokowi : TPID adalah Tim pengendalian Inflasi Daerah.). Saya kan tidak tahu mengenai semua singkatan. Untuk masalah itu, kan Itu tugas kepala daerah?, itu adalah kerja tim pengendalian kita harus memperkokoh masalah itu. Terima kasih.
Prabowo ke Jokowi : Tidak dibahas tentang infrastruktur, tantangan negara kita sangat besar, bagaimana kita meningkatkan daya saing, jika bapak tidak memberikan pemaparan tentang infrastruktur.
Jokowi :
Saya sudah paparkan sedikit mengenai infrastruktur, tetapi belum dijelaskan.
Pertama, saya tekankan tol laut sangat penting. Jika tol laut kita bangun antar provinsi dari Jakarta, sumatera, Sulawesi, papua, itu akan memudahkan masalah logistic. Ini akan memberikan rasa keadilan.
Transportasi laut seharusnya menjadi transportasi murah. Contohnya saya pelaku industry dengan transportasi laut, kita menjadi memiliki double track pada masalah logistic.
Kereta api menjadi penting, terkait transportasi untuk logistik dan juga transportasi orang.
E. SESI 5 : PERTANYAAN ANTAR CAPRES/ PENAJAMAN.
Jokowi : Bagaimana pandangan bapak mengenai ekonomi kreatif?, karena ini banyak sekali mengurangi pengangguran.
Prabowo
EKonomi kreatif adalah sangat penting. Karena anak-anak muda sangat banyak.
Ekonomi kreatif inilah kita bisa bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Karena itulah kita harus investasi besar-besaran di bidang pendidikan, sehingga ekonomi kreatif bisa menjadi memiliki kompetisi.
Bangsa kita memiliki naluri seni, rakyat kita memiliki bakat di bidang kreativitas, ini bisa menghasilkan devisa.
Jokowi
Ekonomi kreatif seperti music, desain, dan seni , pertunjukan. Ini masih tidak diperhatikan dengan benar.
Kita harus memperhatikan ini dengan benar, anak-anak muda berkecimpung besar di dalam ini.
Prabowo :
Tim penasehat saya mengatakan : jangan pernah setuju dengan apa yang dikatakan jokowi, tetapi saya bukan politisi professional. Saya akan mengikuti saran jokowi karena itu saran yang bagus. Ide yang bagus.
Prabowo ke Jokowi : Asian economic community harus kita setuju, banyak dampaknya. Menurut bapak bagaimana mengenai ini ?
Jokowi :
Ini fakta yang harus diyakini, dimana pada tahun depan ini akan terjadi. Pemerintah harus memberikan gerakan agresif. Pemerintah harus masuk ke negara lain lebih dahulu.
Satu hal yang harus diperhatikan, bahwa investor domestic harus dipermudah, dan perizinan keluar harus dipersulit sedikit-sedikit,
Kita harus yakin kita bisa berkompetisi.
Prabowo : rinicinya, bagaimana bapak mensikapi permintaan perusahaan luar yang ingin membuka cabang dikabupaten-kabupaten kita?, bagaimana jika
Jokowi :
Pemerintah harus memberikan regulasi, membuat barrier yang memberikan kemudahan bagi pihak dalam dan memberi batasan bagi luar.
[beberapa missing statement – 1 pertanyaan dari jokowi ke prabowo dan prabowo ke jokowi tidak sempat direcord]
Pernyataan Penutup :
Prabowo : kita harus menjadi negara yang kuat, kekayaan kita jangan bocor ke luar. Kita harus menjadi negara yang siap untuk menjadi macan asia.
Jokowi : Kita pernah ke daerah, dan melihat orang yang bekerja pada malam hari, ketika kita sedang tidur. Saya ingin tekankan, saya Joko widodo dan JK kami siap memimpin negara ini dan bekerja siang malam.
Terima kasih. Siapa yang lebih bagus? Silahkan dinilai dengan obyektif.
Debat ke Dua telah digelar,  selanjutnya silahkan Anda yang menilai…
Sumber : http://politik.kompasiana.com/2014/06/15/ringkasan-debat-capres-jokowi-vs-prabowo-666651.html
Shared by at .



Batara Parada Siahaan

Tetapi hati nurani kita selalu mengingatkan langkah kita yang kadang salah melangkah. Dengarkanlah !
Ringkasan Debat Capres Jokowi VS Prabowo 22 Juni 2014
Joko Widodo dan Prabowo Subianto / tribunekompas.com
Joko Widodo dan Prabowo Subianto / tribunekompas.com

Ringkasan Debat Capres Prabowo vs Joko Widodo 22 Juni 2014



POLITIK INTERNASIONAL DAN KETAHANAN NASIONAL
Moderator :
Kita akan membahas titik kritis mengenai hubungan bilateral, bagaimana negara mengenai operasi-operasi militer dan kaitannya dengan politik internasional,
dan ketahanan nasional dan kemana selanjutnya negara akan dibawa, itu yang menjadi titik pokok pembicaraan kita malam ini.
SEGMEN I : PENYAMPAIAN VISI MISI
Prabowo :
Berbicara mengenai politik luar negeri dan ketahanan internasional, kita harus berbicara mengenai tujuan negara yakni mencari keamanan bersama, tetapi kemudian
kita juga harus mencari kemakmuran bersama. Sehingga politik luar negeri harus menjadi cermin mengenai kondisi di dalam negeri. Karena itulah saya selalu berbicara
terus menerus mengenai kekuatan nasional. Ini menjadi hal fundamental. Kita berada di geografis yang sangat strategis, banyak negara yang tergantung dari keamanan di nusantara ini.
Terlalu banyak kekayaan nasional kita yang diambil ke luar negeri. Ini tidak menyenang bagi banyak orang jika saya bicara terus menerus mengenai ini. Tetapi inilah yang menjadi
pokok utama mengenai politik luar negeri. Ketahanan nasional, kemananan nasional, dan keselamatan nasional terletak pada rakyat yang makmur, itu tidak mungkin jika rakyat kita miskin.
Saya akan membenahi masalah-masalah nasional, saya dan hatta akan menyelamatkan ekonomi nasional, kita ingin damai dengan semua orang tetapi kita cinta negara kita.
Tidak sejengkal tanah pun akan kita serahkan sampai darah terakhir untuk bangsa Indonesia.
Jokowi :
Prinsip dasar politik luar negeri adalah bebas aktif, terdapat empat prioritas prinsip negara kita terkait ini.
1. Perlindungan warga Indonesia, termasuk TKI, saya mendengar adanya kecelakaan di laut dan saya mengucapkan turut berduka.
2. Masalah Perlindungan sumber daya alam dan maritim
3. Komoditas dalam dan luar negeri.
4. Keamanan Regional dan menjaga ketertiban dunia
Saya dan Jokowi JK mendukung palestina mendukung Palestina menjadi negara merdeka sepenuhnya.
Ada 3 strategi diplomasi yang harus diperhatikan.
1. Antar pemerintah dan instansinya.
2. Antar pelaku Bisnis.
3. Antar masyarakat dan pemerintah.
Ketahanana nasional harus kita pertahankan dimana para pejuang kita telah mendarmabaktikan hidupnya demi negara ini.
Kita harus mempertahankan nasional dengan memperhatikan kesejahteraan keluarga prajurit, memordernisasi peralatan alutsista, dan memodernisasi industri peralatan militer di dalam negeri kita.
Kita harus menjadi sebuah negara besar, dengan memenangkan pertarungan di samudera dan menjadi poros utama samudera di dunia. Kita ingin dihargai dan dihormati.
SEGMEN II : PENAJAMAN VISI MISI
Moderator :
Bagaimana yang akan bapak jalankan terkait sumber daya alam yang bapak katakan, bagaimana mengamankannya?
Bagaimana memodernisasi alutsista TNI kita, bagaimana memodernkan alutsista itu tanpa mengundang kekhawatiran negara lain?
Jokowi :
Kekayaan laut kita sangat besar, ada 300 trilliun karena illegal fishing, terus hilang. Karena itu perlu pesawat tanpa awak yang akan kita pasang di tiga titik letak.
Dengan drone itu, kita bisa melihat kapal-kapal yang masuk ke wilayah kita. Drone (alat pengintai) ini memiliki manfaat
1. Ketahanan Nasional.
2. Mengejar pelaku ilegal fishing.
3. Mengejar pelaku ilegal lodging.
Tentu kita harus memperjalas batas-batas wilayah kita. Oleh karena itu perbaikan IT, dan terkait dengan Perang cyber harus diperhatikan. di mana wilayah kontrolnya bisa di sulawesi, sumatera dan dimanapun di Indonesia asal terkoordinasi.
Ini akan memastikan keamanan nasional kita, dan dimana titik kita rentan, apakah masalah pertahanan, semua bisa langsung kita serang dengan angkatan udara kita, atau dengan angkatan darat kita.
Lagipula alat-alat tersebut tidak terlalu mahal yakni alat pertahanan di bidang cyber maupun hybrid, Terima kasih.
Moderator :
Pak Prabowo berbicara mengenai kekayaan alam, apakah ini terkait dengan yang dibicarkan pak prabowo tadi, mohon lebih spesifi,?
Kedua poltik luar negeri menjadi cermin dalam negeri. apa yang menjadi kepentingan nasional kita dengan negar-negara yang memiliki hubungan bilateral dan negara besar lainnya ?
Prabowo :
Kekayaan nasional adalah kekayaan tambang, di laut, dan di darat, di atas permukaan bumi, di dalam bumi, dan di perairan. Yang saya maksud kekayaan nasional adalah semua yang terkandung di dalamnya. Inilah yang banyak bocor, yakni bocor ke luar negeri.
Contoh bauksit aluminium kita jual ke luar secara gelondongan, tetapi kita impor lagi, ini yang saya maksudkan dengan kebocoran.
Kemudian mengenai cermin tadi, kalau banyak yang miskin, pesawat kita kurang, polisi gaji kurang, hakim gaji kurang, kita kurang wibawa, kita tidak dihormati, kita
dilecehkan. Ujungnya kita bisa berdiplomasi dengan kata-kata, tetapi ujungnya kita akan dilihat dari kekuatan nasional kita, jika ada yang mengklaim bisa kita mempertahankannya.
Itulah yang saya maksud dengan cermin dalam negeri, Jika kita kuat dalam ekonomi, jika kita makmur, kita akan dihargai. Jika kita makmur kita tidak akan diganggu terus.
SEGMEN III : PERTANYAAN MODERATOR I
Moderator :
Indonesia merupakan negara yang kerap kepentingannya berbenturan negara lain, dari perspektif ketahanan nasional, dan politik internasional, masalah negara dengan negara lain,
masalah penetapan batas, klaim tumpah tindih , bahkan masalah pencari suaka.Tanpa merusak hubungan dengan negara lain,
Prabowo :
tugas utama sebuah pemerintahan adalah melindungi segenap tumpah darah, tugas pemerintah adalah menjaga kepentingan nasional kita. Jika kepentingan kita berbenturan dengan negara lain,
tentu kita harus mempertahankan kepentingan kita. Kita harus berdialog, saya sampaikan tadi 1000 kawan terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak. Kita menghormati semua negara tetapi ada kepentingan inti
yang tidak bisa kita tawar menawar, yakni mengenai keuntuhan Bangsa Indonesia, tidak satu jengkalpun akan kita lepas ke negara lain.
Tetapi ini semua merupakan kepentingan kita, hak kita untuk membelanya hak kita untuk membelanya, tetapi ujung-ujungnya kekuatan nasionalnya. Kita boleh teriak-teriak
tetapi bisakah kita mempertahankan core kepentingan kita.
Saya akan mengedepankan politik tetangga yang baik, kita selalu santun, tenggang rasa, dan berusaha mengerti kepentingan bangsa lain, tetapi kita harus memastikan supaya
negara lain mengerti kepentingan negara kita. Dengan persabatan ini kita bisa menjadi baik dengan negara lain.
Jokowi :
Ada tiga strategi diplomasi yang kita gunakan G2G, B2B, kita harus kedepankan diplomasi pemerintah dengan pemerintah. Tapal batas laut dan di darat bisa kita selesaikan.
Apabila masalah ini tidak bisa selesaikan, kita bisa selesaikan “tanpa perang”.
Kalau mentok-mentoknya, kita bawa ke Mahkamah Internasional, tetapi diplomasi harus kita kerjakan secara intensif. Apa yang menjadi kepentingan untuk Bangsa kita tidak boleh terganggu karena masalah dengan negara lain.
Kita bisa kirimkan diplomat-diplomat terbaik kita ke luar negeri. Saya kira yang terbaik adalah lewat diploma dan tanpa berpikiran bahwa kita mengedepankan lewat senjata.
Moderator :
Bagaimana upaya bapak memberikan perlindungan bagi pekerja di luar negeri, terutama pekerja perempuan.
bagaimana bapak membuat kepijakan untuk mengambil peran penting membuat Indonesia disegani termasuk di luar kawasan termasuk menjadi pemimpin di Asean?
Jokowi :
Untuk masalah TKI, persoalan yang harus kita selesaikan adalah masalah sebelum penempatan, kita harus buat seleksi yang baik, jangan sampai ada pengiriman tanpa ada seleksi dan pelatihan.
Kemudian data di KBRI harus lengkap sehingga KBRI di luar negeri bisa memberikan pengamanan bagi para TKI. Harus ada pengecekan, kontrol rutin untuk memastikan TKI kita tidak disiksa.
Ketiga kita tidak mengerim TKI ke negara yang tidak ada UU menjamin keselamatan TKI, kita lebih baik moratorium saja.
Mengenai peran penting kita, saya rasa ktia pernah hebat di konferensi asia afrika. Kita bisa membuat ini kembali jika kita menjadi poros maritim di dunia. sehingga kita menjadi patokan, dan negara-negara mau tidak mau harus bekerja sama dengan negara kita.
Negara kita harus menjadi negara yang wajib disegani oleh negara lain. Wajib dihargai negara lain.
Moderator
Bagaimana upaya bapak memberikan perlindungan bagi pekerja di luar negeri, terutama pekerja perempuan ?
bagaimana bapak membuat kepijakan untuk mengambil peran penting membuat Indonesia disegani termasuk di luar kawasan termasuk menjadi pemimpin di Asean?
Prabowo :
Yang kerja ke luar negeri, mereka berangkat karena terpaksa, karena tidak ada lapangan pekerjaan di Indonesia. sehingga mereka harus berangkat.
Saya punya pengalaman langsung, karena saya pernah di luar negeri melihat TKI di timur tengah, di malaysa, dan saya melihat mereka pekerja yang datang dari keluarga bahkan
ada yang dari keluarga 10 anak, bahkan masih berumur 15 tahun, akhirnya dia menjadi korban penganiayaan.
Intinya karena kemiskinan yang mendalam di daerah-daerah di Indonesia.
Saya sependapat dengan Pak Jokowi, dalam masalah ini. Kita harus mendidik, menyiapkan, dan mensertifikasi para pekerja.
Ini adalah illegal human traffic, kewajiban pemerintah kita, kita harus menyiapkan pendidikan yang baik. sehingga para pekerja kita tidak menjadi tukang sapu, Ini menyangkut uang, uang penting supaya bisa menjamin itu tadi.
Indonesia bukan dihormati karena konferensi, tetapi karena rakyat mampu makan, dan makmur.
SEGMEN IV PERTANYAAN ANTAR CAPRES
di Indonesia demokrasi sangat luar biasa, jika para pemirsa melihat langsung, kita menjadi bangga dengan demokrasi Indonesia.
Jokowi :
Bapak prabowo, bapak sering mengatakan mengenai pentingan perubahan dan soal perubahan. Pertanyaan saya bagian mana yang harus diubah mengenai kebijakan pemerintah di bidang politik internasional?
Prabowo :
Saya sering berbicara mengenai perubahan, tetapi yang tidak perlu dirubah tidak usah dirubah. Tetapi terkait politik internasional, saya rasa pemerintahan SBY sudah baik.
Jadi untuk apa dirubah, saya katakan 1000 lawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.
Kita harus akui dalam hal politik internasional, pemerintahan SBY sudah baik dan menonjol, beliau membawa stabilitas dan perdamaian. Perdamaian jangan dianggap remeh, kita
lihat di timur tengah penuh kekacauan, kalau ada pemerintah yang membawa politik yang benar, saya tidak membawa perubahan asal perubahan. Saya ingin yang baik kita pertahankan, kalau boleh kita tingkatkan.
Prabowo
Pak jokowidodo, bagaimana menurut bapak peran indonesia di bidang WTO, apakah bermanfaat atau bagaimana ?
Jokowi
Kita ikut di WTO, memang ada plus minusnya, dalam hal perdagangan, ketika barang kita masuk ke negara-negara, ada tarif dan non tarif, ada barrier juga, jadi
jika kita tidak masuk WTO barang kita sulit masuk ke negara lain. Jadi kita bisa bagus kalau barang kita kompetitif. Oleh karena itu kita harus memperkuat produktivitas, dan kualitas.
Jika ada barang masuk ke dalam negeri, tentu ini mengganggu. Tetapi jika harga kita kompetitif. Kita harus akui kita memang belum memiliki daya saing, inilah
tugas kita, kita harus mengerti barang yang masuk ke orientasi ekspor, bagaimana proses karantina, walaupun ada tarif dan non tarif, kita harus perhartikan itulah yang kita butuhkan,
Jokowi :
Pak prabowo, ancaman terbesar apa yang sedang dan mungkin dihadapinya di Indonesia dan bagaimana Mengatasinya ?
Prabowo :
Saya minta klarifikasi ancaman dari dalam atau luar pak ?
Jokowi :
Dua duanya saya kira pak.
Prabowo :
Ancaman terbesar dari luar negeri, ada negara lain yang akan mengklaim wilayah nasional kita, baik di laut maupun di pulau. Ancaman terbesar
dari dalam negeri adalah kemiskinan, bahwa kekuasaan kita sendiri akan kekayaan kita, kita tidak menguasai kekayaan alam kita.
Kita tidak mempunyai kekayaan nasional atas kekayaan kita sendiri.
Prabowo :
Saudara joko widodo, saya balik bertanya kira-kira strategi bapak atau kebijakan bapak seandainya ada wilayah nasioanl kita diduduki ?
Jokowi :
Diplomasi antara pemerintah, dengan pemerintah kita utamakan, ada tahapan menuju ke sana. Kalau ada pendudukan, jika jelas ada pulau kita diduduki, sudah jelas ini mengganggu kedaulatan kita.
Tetapi jika memang batas belum jelas, tentu kita harus berdiplomasi.
Tetapi jika jelas batas kita. Kita akan lakukan apapun !. Kita bisa lakukan apapun !
Jangan saya dirasa tidak bisa tegas, saya tegas, tegas adalah berani mengambil resiko dan mengambil keputusan. Saya berani mengambil resiko apapun.
SEGMEN V PERTANYAAN ANTAR CAPRES DAN KORESPONDENSI ANTAR CAPRES
Prabowo :
Bapak sering bicara tentang drone, tentang teknologi tinggi, jika kita berbicara tentang itu, masalah satelit menjadi hal strategic mengenai pemerintahan kita.
Masalahnya ketika pemerintahan megawati pemerintahan menjual perusahaan satelit Indosat yang sebenarnya memilik dua titik geo stationer di atas wilayah kita.
Bagaimana terkait itu.
Jokowi
Masalah drone itu kita ingin melompati alat alutsista konvensional ke teknologi tinggi. Kita memiliki kepulauan yang sangat luas. Kita memiliki drone tiga di tiga wilayah sekalipun satelitnya harus menyewa. Walaupun ini tidak
Pada tahun 98, saat itu krisis berat dan pada saat itu kondisi ekonomi belum baik. Kita perhatikan kondisi saat itu keuangan APBN kita masih berat. Pada saat itu
Indonsat kita jual, ada klausul bahwa kita bisa ambil kembali.
Ke depan kita akan ambil kembali dan menjadi milik kita lagi karena itu, saham kita harus di atas 70 persen.
Prabowo :
Bapak berniat membeli kembali, bapak akui sebagai sarana strategis yang seharusnya tidak dijual?, terima kasih.
Jokowi :
Saya jelaskan, saat itu terkena imbas krisis, kita butuh anggaran untuk menggerakkan ekonomi kita. Dengan catatan bahwa itu masih bisa kita beli lagi. Saya kira jual beli saham pun, bisa kita jual dan beli kembali. Ini menjadi sasaran kita , bahwa kita harus membeli kembali tentu dengan harga wajar. Jangan menyalahkan pemerintah sebelumnya, tentu kondisi sangat menentukan. Kondisi normal dengan kondisi tidak normal bahkan saat itu rupiah sangat menurun. Kita ingin pertahanan cyber, pertahan hybrid. Harus kita punyai !.
Jokowi :
Bapak prabowo, kita harus membangun indrustri pertahanan kita, tentu telah diproduksi panser anoa, pada saat bersama tank leopard telah dibeli. Bagaimana pendapat bapak mengenai hal ini .?
Prabowo :
Terima kasih, mengenai pemilihan alat pertahanan tentunya telah melalui rangkaian yang terkait. Ada yang berpendapat main battle tank seperti leopard tidak cocok untuk indonesia, itu adalah pandangan keliru.
Kita sangat aktif berperan dalam PBB. Kita sekarang punyak pasukan di libanon, di kongo, di timur tengah ada sektar 4000. Ini terkait peace making, dimana ancaman, threat lawan
sangat tinggi. Saya kira Tank leopard sangat tinggi. Jadi saya rasa. Anoa sangat penting, kita butuh leopard, kita jet, terima kasih.
Jokowi
Menurut saya panser anoa harus kita kembangkan, bahkan kita buat panser banteng, sehingga kita punya buatan sendiri.
Menurut saya, tank leopard sangat berat. jika lewat dari jalan kita akan rusak semua, jika lewat jembatan kita akan rusak, saya kira sebelum membeli harus memperhatikan apakah alat itu cocok dengan wilayah kita.
Kita harus memperhatikan anggaran, tidak tergantung dengan peralatan alutsista dari luar. Terima kasih.
Prabowo :
Jadi, saudara joko widodo, saya kira pandangan tentang alutsista yang cocok dengan yang tidak cocok. Kita percayakan kepada para pakar yang melakukan riset.
Perang di thailand, mereka memakai main battle tank buatan rusia. Ada anggapan tank dengan berat 60 ton tidak cocok di Indonesia, saya sependapat dengan bapak untuk memperkuat industri dalam negeri.
Tetapi tank leopard ini sudah menjadi keputusan angkatan darat TNI, tentu harus kita manfaatkan. Saya utamakan nanti di ujungnya nanti, pandangan saya kemakmuran adalah yang paling penting.
Prabowo :
Saudara joko widodo, bagaimana peran Indonesia masalah laut china selatan.?
Jokowi :
Terima kasih, ini adalah urusan negara lain dengan yang lain, jika kita bisa masuk tentu kita harus ikut andil.
Tetapi kita harus cek, apakah jika kita masuk ke dalam satu konflik, kita bisa menjadi bermasalah dengan negara lain.
Kalau kita tidak yakin, bahwa kita berkontribusi, saya kira kita tidak usah masuk dalam masalah itu. Saya kira kepentingan ketahanan nasional, sangat penting, tetapi kita boleh ikut serta menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
Prabowo :
Masalahnya adalah sebagian wilayah maritim kita diklaim dalam konflik itu. Yang saya tanya bagaimana kita bersikap dengan itu ? kita kan bagian asean?, apakah kita abstain sama sekali?
Jokowi :
Tadi sudah saya sampaikan, kalau kita berperan, dan bisa memberikan keuntungan kepada negara-negara asean, kita akan lakukan itu. Tetapi jika kita tidak memberi manfaat, untuk apa?,
Setahu saya, konflik di Tiongkok itu kita tidak memiliki masalah sama sekali.
Harus ada manfaatnya, harus bisa memberikan solusi, sehingga konflik itu tidak meluas. Konflik seperti itu saya kira sebaiknya secepatnya kita selesaikan. Strategi diplomasi sangat penting.
Jokowi :
Pak prabowo, apa yang salah dalam hubungan Indonesia dan Australi sehingga seringkali panas naik dan turun?
Prabowo :
Secara jujur, saya katakan masalahnya tidak terletak di Indonesia. Mungkin australia ada semacam kecurigaan terhadap Indonesia. Semacam Phobia.
Kita dengan penduduk yang besar seringkali emosional. Mereka menganggap kita sebagai ancaman. Mungkin. Kita tidak ada masalah, semua pemerintah Indonesia yang saya kenal semua ingin bersahabat.
Tugas kita kita ingin menjadi tetangga yang baik, ingin bersahabat, dengan negara itu.
Tetapi tentunya kita harus tegas memperhatikan core interest kita. Tapi intinya kita harus bersahabat.
Jokowi :
Kalau menurut saya, ada dua hal penting.
1. Ada ketidak percayaan, ini masalah trust, sehingga terjadi masalah penyadapan.
Oleh sebab itu, diplomasi pemerintah-pemerintah antar pelaku bisnis, antar masyarakat ini harus tetap dilakukan.
Inilah yang akan mengurangi gesekan. Diplomasi budaya, diplomasi pendidikan adalah diplomasi harus terus kita galakkan.
2. Kewibawaaan, kita dianggap sebagai negara yang lemah, masalah kehormatan negara, masalah kewibawaan, adalah yang terpenting. Jangan sampai kita dilecehkan dan dianggap lemah.
Prabowo :
Saya kira, tanggapan jokowi sejalan dengan jawaban saya. Kita bukan ancaman bagi mereka. Jadi sebenarnya dalam hal ini kita sama pak.
Kalau baik ya baik, penonton lebih galak dari kita, kaya nonton bola. Kita harus damai, kita tidak mau macam-macam.
Jika kita dianggap lemah, kita harus cek, jangan-jangan kita memang lemah.
Kalau main catur, kita hitung, pesawat kita berapa, kapal selam kita berapa. Jangan jangan dua skuadron,tetapi satupun tidak bisa terbang. Marilah kita bangun ekonomi Indonesia.
SEGMEN VI TANYA JAWAB ANTAR CAPRES
Prabowo :
Saudara Joko widodo, angkatan perang kita sudah cukup apakah perlu ditambah atau dikurangi, kalau ditambah dengan keterbatasan dana?, Kalau tidak salah dari darat saja, ada 350 kabupaten yang kosong pertahanannya , bagaimana mengisinya?
Jokowi :
Terimakasih, kita tahu bahwa anggaran mencapai 80 trilliun, kalau ekonomi kita tumbuh di atas 7 persen, dalam 3-4 tahun kita bisa melipatkangandakan 3 kali lipat.
Kita bisa menambahkan itu semua baik jumlah prajurit, baik peralatan pertahanan, memang masih jauh dari cukup. Namun dengan ekonomi di atas tujuh persen, anggaran
kita bisa meningkat, sehingga dengan itu kita bisa menambah alat alutsista kita dengan itu kita bisa kita kuasai dengan baik.
Dengan peralatan yang cukup, dengan personil yang cukup bahwa kita siap bahwa kita negara memiliki wibawa dan dihormati negara lain.
Prabowo :
apakah bapak pernah memikirkan bahwa Indonesia memerlukan tentara cadangan , untuk perlawanan rakyat?
Jokowi :
Sangat diperlukan, bahwa apapun kita ingin melatih, cadangan ini adalah cadangan sipil. Sehingga ketika dibutuhkan, mereka siap kapanpun. Inilah saya kira kebutuhan kita. Inilah pertahanan semesta kita.
Kita akan didukung oleh pertahanan sipil kita, terima kasih.
Joko Widodo :
Bapak prabowo, komunitas ekonomi asean akan berlaku akhir 2015. Untuk itu daya saing ekonomi kita menjadi penting, apa yang bapak lakukan untuk meningkatkan daya saing itu?
Prabowo :
Inti dari meningkatkan daya saing, adalah bahwa kita memberi fasilitas, insentif, dan dukungan-dukungan kepada perusahaan kita tanpa melanggar perjanjian internasional.
Pendidikan, kredit, izin, lahan yang dipermudah, banyak sekali yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan perusahaan kita. Ini membutuhkan investasi di bidang pendidikan, kita harus menyiapkan sumber daya manusia kita, tetapi pemerintah harus menjaga kepentingan nasional kita,
kita harus evaluasi apa dampaknya mengenai ekonomi dan keselamatan pengusaha dan perusahaan kita.
Kita harus sangat ketat dalam menjaga keselamata kekayaan kita. Processing industry harus kita terapkan terima kasih.
Jokowi :
1. Pembangunan manusia karena dalam waktu yang sangat mepet, pembangunan technopark untuk anak-anak mudah harus segera dilakukan, satu tahun lagi akan segera dilakukan.
2. Diplomasi perdagangan kita harus diperkuat bagi dubes-dubes kita di negara asean. Dubes kita harus menjadi marketer, sehingga menjual produk-produk daerah, ukm,
ini akan menjadi kekuatan kita. Kita ingin dubes kita 80 % diplomasinya di bidang perdagangan, mereka harus bisa bernegoisasi dan bisa bertransaksi. Sehingga kita tidak diserang produk asing. Jangan sampai produk kita dikuasai barang impor.
Prabowo :
Sebetulnya saya kurang tangkap tanggapan dari bapak, tetapi arah gagasan bapak tidak bertentangan dengan saya. Masalahnya itu terlalu teoritis. Bapak sendiri
mengatakan 1 tahun. Untuk membangun technopark berapa lama?, dengan jawaban teoritis, tidak semudah itu, kita menghadapi serangan. 1 tahun untuk itu?, marilah kita realistis, kita benahi diri kita, hemat anggaran, hemat apbn, tutup kebocoran,tutup kebocoran,tutup kebocoran, kita bisa kompetitif, kita bisa maju.
PERNYATAAN PENUTUP :
JOKOWI:
Terima kasih, kita menyadari geopolitik ekonomi, politik yang ada sudah bergeser dari barat ke timur, ke asia. Kita berada di tengah-tengahnya. Tantangan ke depan itulah yang akan kita hadapi. Kita menyakini dengan membangun maritim kita, kita menjadi poros maritim dunia yang dihargai dan dihormati.
Saya ingin membaca apa yang disampaikan Bapak jenderal Sudirman.
satu satunya hak milik republik ini yang tidak berubah-ubah meskipun ada perubahan adalah angkatan Senjata. Marilah bersama-sama bangsa Indonesia menjadi satu.
Marilah kita memastikan Pesan jenderal sudirman tetap kita perhatikan. Salam 2 jari.
PRABOWO :
Dimanapun engkau berada, kita baru membahas masalah politik luar negeri dan ketahanan nasional. Pertahanan yang paling kuat adalah kemakmuran rakyat, Karena itu
kita harus bekerja keras untuk kebangkitan ekonomi kita. Kita harus kurangi kebocoran nasional. Jangan jadi slogan saja. Kita harus melakukan disiplin pribadi.
Kita harus membersihkan aparat kita. Kita harus hilangkan kemiskinan. Berantas korupsi, kita sejahterakan rakyat kita. Tidak ada negara yang hormat ke negara kita.
Kalau kita miskin. Kekayaan nasional indonesia kita pertahankan. Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri.

 Sesi Debat ke 5
Sabtu, 05 Juli 2014 | 23:58
Email
Debat Capres

Saling Serang Tak Terelakkan, JK jadi Bintang

Suasana debat final Capres Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu, 5 Juli 2014.
Suasana debat final Capres Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu, 5 Juli 2014. (sumber: Antara/Prasetyo Utomo)
Jakarta - Sebagai sebuah tontonan, debat terakhir calon presiden dan wakil presiden Sabtu (5/7) malam cukup menarik dengan agresivitas kedua kubu untuk saling menyerang.
Pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto – Hatta Rajasa di luar kebiasaan pada debat-debat sebelumnya lebih intens melancarkan serangan pada pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla.
Berikut “serangan” dari kubu Prabowo-Hatta:
Pertama, dimulai dengan Prabowo yang menuding Kalla mendukung impor pangan ketika menjabat sebagai ketua umum Golkar, dan bahkan mengaku dirinya dipanggil Kalla tentang masalah itu.
Kedua, Prabowo juga berasumsi bahwa Jokowi menentang keberadaan koperasi, dan dengan itu bertanya kenapa rivalnya punya pendirian demikian.
Ketiga, Hatta bertanya ke Jokowi kenapa ketika memimpin Solo dan Jakarta tidak mendapatkan Kalpataru, terkait tema debat yang memang fokus ke kebijakan lingkungan, energi dan pangan.
Keempat, Hatta menyinggung soal kontrak jual beli gas alam, dengan menyebut lapangan Tangguh, yang dibuat dengan harga sangat rendah dan merugikan, dan baru bisa diperbaiki di era pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono. Arahnya jelas, kontrak-kontrak dengan Tiongkok itu dibuat di era Megawati Soekarnoputri. Di sisi lain, Hatta memuji SBY bahwa renegosiasi kontrak gas menguntungkan negara Rp250 triliun.
Dari Kubu Jokowi-Kalla, mereka lebih banyak memaparkan program-program sendiri dan menangkis serangan dari rivalnya. Hanya tercatat satu serangan signifikan yang dilontarkan Kalla, yaitu keberadaan mafia-mafia di berbagai sektor yang “tidak ada di pihaknya.”
Dari sinilah jalannya debat berlangsung cukup seru dan kadang-kadang mengundang senyum terkait tanggapan masing-masing pihak. Dan sulit dipungkiri bahwa Kalla menjadi aktor yang paling dominan di antara empat tokoh itu kalau terkait “menangkis serangan” dan “melancarkan serangan balik.”
Berikut tanggapan masing-masing pihak:
Soal impor pangan, Jokowi yang menjawab, bahwa hal ini masuk prioritasnya, karena Indonesia pernah swasembada beras pada 2008-09, namun justru mengimpor beras sebanyak 2,7 juta ton pada 2012.
Soal koperasi, Jokowi menjawab: “Saya kita Bapak salah dengar. Semua orang tahu, koperasi adalah soko guru, tidak mungkin seorang Jokowi mengatakan itu.”
Soal Kalpataru di Solo dan Jakarta, Kalla dengan spontan mengatakan “penghargaan untuk kota itu Adipura, bukan Kalpataru. Karena pertanyaan ini keliru, jadi tidak akan saya jawab."
Soal kontrak gas ke Tiongkok, lagi-lagi Kalla yang merespon. Kalla mengatakan bahwa dalam klausul penjualan gas dari lapangan Tangguh, Papua, dimungkinkan adanya renegosiasi empat tahun sekali.
“Kontrak Tangguh itu justru bunyinya setiap empat tahun kontrak itu harus direnegosiasi. Saya sendiri yang bicara dengan Presiden China (ketika itu) Hu Jintao dan dia katakan siap negosiasi. Bahwa itu dilakukan empat tahun kemudian, itulah bunyi kontrak, jadi tidak ada yang spesial,” kata Kalla.
Setelah itu Kalla menyinggung pidato kampanye Prabowo-Hatta yang menyebut gejala kleptokrasi, istilah untuk berkuasanya kaum pencuri.
“Di tempat kami tidak ada mafia minyak, mafia beras, mafia daging, mafia haji. Jadi pernyataan itu sebetulnya ditujukan ke siapa?” kata Kalla.
Kalla menambahkan karena pilpres ini hanya diikuti dua pihak, jadi pasti pernyataan kubu Prabowo itu ditujukan ke pihaknya.
“Mafia daging itu sudah di KPK, mafia haji itu sudah di KPK, tidak ada di kami,” ujarnya.
Prabowo menanggapi dengan pernyataan yang justru sedikit kontroversial.
“Bahwa ruh demokrasi, sedang dirusak, bisa dari partai. Saya bukan bilang di partai saya tak ada maling, yang saya maksud adalah fenomena bangsa kita. Maksud saya cuma mau mengingatkan rakyat dalam demokrasi, mereka jangan ikut larut permainan yang terjadi di lapangan," Kata Prabowo.

Penulis: Heru Andriyanto/HA
Sumber:  http://www.beritasatu.com/nasional/194853-saling-serang-tak-terelakkan-jk-jadi-bintang.html



Continue Reading | komentar

SURAT-SURAT SEPUTAR KAMPANYEU CAPRES-CAWAPRES

1. TASNIEM FAUZIA ke JOKOWI


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia, membuat surat terbuka untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi). Seperti sikap ayahnya, Tasniem menolak pencapresan Jokowi dan mendukung capres Prabowo Subianto.
Dalam surat terbukannya itu, Tasniem banyak memberi pertanyaan kepada Jokowi. Di akhir pertanyaan, ia meminta Jokowi menjawab, tetapi tidak perlu membalas surat tersebut. Tasniem meminta siapa saja yang membaca suratnya dan mengenal Jokowi, agar menyampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.
Berikut surat yang di-posting di akun Facebook Tasniem, Tasniem Fauziah:


"Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,
Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,
Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.
Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…
Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”
Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?
Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?
Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"
Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"
Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?
Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"
Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"
Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen,
26 Juni 2014
Tasniem Fauzia"

Sumber :http://nasional.kompas.com/read/2014/06/27/1141265/Dukung.Prabowo.Putri.Amien.Rais.Buat.Surat.Terbuka.untuk.Jokowi

2.AHMAD ROOM FITRIANTO MENJAWAB SURAT TASNIEM FAUZIA
JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa jam setelah putri Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais, Tasniem Fauzia, membuat surat terbuka untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi), muncul surat balasan dari seorang pendukung Jokowi. Surat terbuka itu disampaikan oleh Achmad Room Fitrianto, yang mengaku sebagai anak petani dan tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di Perth, Australia.

Dalam catatan yang ditulis di akun Facebook dan halaman blog Kompasiana, Achmad menyampaikan enam pernyataan untuk merespons tulisan Tasniem (baca: Dukung Prabowo, Putri Amien Rais Buat Surat Terbuka untuk Jokowi). Soal sumpah Jokowi untuk menuntaskan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, Achmad menilai bahwa sikap Jokowi menerima mandat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi calon presiden sebagai proses mengemban amanah pembangunan masyarakat yang lebih baik.

Mengenai sikap Jokowi yang dianggap Tasniem harus nurut kepada Ibu Megawati, Achmad berpendapat bahwa nasihat dari mantan presiden dan semua mantan pejabat tinggi negara patut menjadi bahan pertimbangan, termasuk bagi Jokowi. Achmad juga menyinggung soal transparansi anggaran serta sikap Jokowi yang akan tegas dalam renegosiasi kontrak karya perusahaan asing di Nusantara.

Staf pengajar Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel, Surabaya, itu juga memuji kebiasaan blusukan yang dilakukan Jokowi sebagai tindakan yang dilakukan untuk mencari solusi, bukan untuk pencitraan.

"Mengorbankan jiwa raga itu tidak harus dengan mengabdi diketentaraan atau ikut berperang, mengorbankan jiwa raga bisa dilakukan oleh semua profesi termasuk dosen seperti ayahhanda njenengan Prof. Amien Amin Rais atau bapak saya yang seorang petani," tulis Achmad tentang pernyataan Jokowi yang siap membuat rame jika wilayah Indonesia diduduki oleh negara asing.

Berikut isi tulisan Achmad dalam catatannya di akun Facebook:

Wahai Saudari Tasniem Fauzia Binti Amien Rais,

Terimakasih atas surat terbukamu terhadap Bapak Jokowidodo calon presiden republik Indonesian,

Respon ini adalah surat jawaban dari anak bangsa yang mewakili suara tulus kebhinekaan,

dimana yang merasa untuk menjawab suratmu tidak perlu dijawab oleh yang bersangkutan cukup sy yg jawab, cukup dijawab oleh anaknya petani yang kebetulan dapat kesempatan study doctoral di Perth,

Pertama menjawab pertanyaan sumpah, saya yakin karena sumpah beliau untuk bisa mengemban amanah pembangunan masyarakat yang lebih baik, menciptakan ruang ruang publik bagi masyarakat yang lebih baik tidak hanya di jakarta tapi juga rakyat Indonesia, itu mengapa beliau mau dan bersedia menerima mandat dari ketua umum PDI Perjuangan untuk menjadi calon presiden. Beliau tidak pernah mencalonkan diri atau mengiklankan diri sebelumnya. Saya yakin dalam perjalanan beliau memimpin jakarta 2 tahun terakhir ini efeknya sangat terasa meski perubahan itu tidak semudah membalikkan tangan, namun proses masih berjalan dan akan terus berjalan. proses perbaikan yang dirasakan masyarakat Jakarta inilah yang ingin juga dirasakan kami para warga yang tinggal di daerah,kami ingin mendapatkan efisiensi pelayanan publik sebagaimana mulai dijalankan di masa kepemimpinan beliau, Jokowi Jusuf Kalla tidak akan sanggup tapi dengan dukungan iklas putra putra terbaik untuk melaksanakan semangat reformasi dan untuk menjadikan Indonesia Hebat saya yakin bersama kita bisa.

Kedua Semua mantan presiden dan semua mantan penjabat tinggi negara termasuk bapak njenengan pasti akan didengar masukannya, termasuk ibu Megawati Soekarnoputri, namun jangan paksa beliau untuk melawan atau menghinakan para mantan presiden dan pejabat tinggi negara, suaranya harus tetep didengar sebagai bahan pertimbangan.

Ketiga, untuk aplikasi program program pemerintah seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya didapatkan dengan banyak jalan.  Yang pasti memaksimalkan potensi pendapatan dan mengikis habis tikus tikus anggaran. Transaparansi budgeting dengan sistem lelang online akan mengurangi pat-gulipat permainan anggaran. Dengan maksimalkan potensi pendapat negara dan memaksimalkan kinerja KPK saya yakin program tersebut akan berjalan. Karena inti dari pembangunan adalah pembangunan manusia, bukan explorasi sumber daya alam saja.  

Keempat, beliau tidak ada urusan dengan majalah Fortune atau urusan asing lainnya, sejauh tidak memberikan kemaslahatan kepada bangsa ini saya yakin beliau akan "melawan". hal ini sudah terlihat dari setiap kebijakan yang di kreate beliau selau mengedepanakn dialog, diskusi dan yang pasti kepentingan bersama dan memberdayakan. Jadi saya jamin beliau akan tegas dalam renegosiasi kontrak karya perusahaan asing di nusantara.

Kelima, Blusukan adalah suatu proses untuk mendengar langsung keluhan masyarakat, mengkontrol pelaksanaan pembangunan secara langsung, bisa mencari solusi yang tepat krn mendapat informasi yang lebih akurat dan up todate, mengenai wartawan, itu memang kerjaan wartawan mencari berita, baik berita buruk ataupun berita baik, saya ndak tahu motivasi wartawan mengikuti Jokowi blusukan, tapi yang pasti itu wartawan dan media itu memiliki tugas menginformasikan informasi yang perlu diketahui publik, jadi kalau blusukan tidak layak diberitakan ya ndak usah diliput, gitu aja kog repot.

Keenam, Mengorbankan jiwa raga itu tidak harus dengan mengabdi diketentaraan atau ikut berperang, menmgorbankan jiwa raga bisa dilakukan oleh semua profesi termasuk dosen seperti ayahhanda njenengan Prof. Amien Amin Rais  atau bapak saya yang seorang petani, dalam era saat ini proses pengorbanan jiwa raga adalah dengan menggulung kepentingan pribadi dan golongan untuk membentuk tatanan masyarakat yang lebih setara seimbang dan makmur adalah proses pengorbanan yang bisa dilakukan oleh anak bangsa.

Menggaris bawahi jawab saya diatas, Jokowi insya Allah akan mampu membawa Indonesia menuju arah yang lebih baik dengan dukungan seluruh elemen anak bangsa. Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berkata kata, Indonesia membutuhkan pemimpin yang bekerja.

Saya yakin majunya Jokowidodo akan memberikan harapan kedepan kepada anak cucu kita untuk memiliki kesempatan dan harapan utk jd pemimpin tertinggi negeri ini. Pemimpin yang lahir dari rahim komunitas, rakyat yang bukan bukan jendral, bukan pengusaha super kaya, bukan pemilik media, bukan anak tokoh terkenal, bukan professor, bukan pelaku poligami, bukan doktor apalagi PhD lulusan Luar negeri, yang menjadikan orang biasa bisa bermipi untuk bisa menentukan arah negeri ini

salam dua Jari -Perth 27 Juni 2014


sumber : http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/06/27/2209260/anak.petani.jawab.surat.terbuka.anak.amien.rais.soal.jokowi



 3. AIRLANGGA PRIBBADI KUSMAN KE PRABOWO SUBIYANTO

MERDEKA.COM. Dosen Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman, menulis surat terbuka untuk calon presiden nomor urut satu, Prabowo Subianto . Akademisi ini menulis suratnya dari Perth, kota tempatnya mengambil studi doktoral di Universitas Murdoch Australia.

"Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial," tulis Airlangga seperti dikutip merdeka.com dari Jurnal Indoprogress, Senin (30/6).

Berikut isi surat lengkap Airlangga Pribadi Kusman untuk Prabowo:

Surat Terbuka kepada Bapak Prabowo Subianto

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati,

Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Australia.

Lewat surat ini, saya ingin berdialog dengan Anda sebagai calon Presiden Republik Indonesia, negeri yang kita ketahui bersama didirikan dengan tujuan bernegara yang tidak kurang jelasnya: pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; kedua, dan untuk memajukan kesejahteraan umum; ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa; dan keempat, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Berdasarkan keempat tujuan profetis berdirinya Republik Indonesia itulah, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak sebagai calon Presiden Republik Indonesia:

Terkait tujuan pertama, untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Bapak Prabowo, dari tujuan pertama ini kita mengerti bersama bahwa seorang presiden, sebagai pemimpin bangsa, pertama-tama secara eksplisit bertugas untuk melindungi hidup, kehormatan, kemerdekaan dan hak asasi manusia dari seluruh rakyat Indonesia. Kesepakatan ini bermakna Hak Asasi Manusia, darah dan kehormatan dari seluruh rakyat Indonesia dan juga seluruh bangsa-bangsa bukanlah sebuah komoditas politik, namun sebagai prasyarat fundamental dan landasan untuk membangun negeri kita.

Apabila Anda menyadari semua ini, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal. Dalam catatan perjalanan yang saya temui, saya ragu Anda memiliki catatan perjalanan hidup yang gemilang untuk mengemban tugas mulia ini.

Saya ingat tulisan sarjana Jerman Ingo Wandelt dalam karyanya Prabowo, Kopassus and East Timor (2007). Tahun 1995, catat Wandelt, sebagai seorang tentara Anda bertugas menangani persoalan sosial di Timor-Timur. Anda terapkan strategi unconventional warfare, dengan membentuk dan membiayai milisi sipil Garda Muda Penegak Integrasi. Awalnya organisasi ini merekrut pemuda untuk diajari baca tulis dan ketrampilan. Namun di kemudian hari, Garda Muda berkembang menjadi organisasi yang melakukan terorsebagai strategi perang urat syarafterhadap penduduk di wilayah yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia.

Kalau saja benar yang ditulis Wandelt, saya ingin bertanya: begitukah strategi keamanan nasional Anda untuk menciptakan ketertiban? Dengan memelihara teror dan rasa takut?

Masih jernih di pikiran saya ketika Anda ingin masuk dalam bursa calon presiden Partai Golkar di tahun 2004. Di atas podium, Anda menerangkan sebuah strategi kontra-terorisme, yakni loot a burning house, atau rampoklah rumah yang sedang terbakar. Saya bisa saja keliru, tapi membaca catatan sejarah Anda ketika bertugas di Timor Timur dan apa yang sudah pernah Anda ucapkan sendiri, besar kesangsian saya akan komitmen Anda menjaga keselamatan dan kehormatan rakyat dan tumpah darah Indonesia.

Mungkin Anda lupa apa yang Anda lakukan di tahun 1996, tapi Robert Hefner (1999) rapi mencatatnya. Saat itu Anda membangun aliansi politik dengan kelompok Islam konsevatif. Saya tidak mempersoalkan aliansi politik tersebut, dulu atau sekarangitu hak Anda. Sebagai seorang sarjana politik, saya melihat bahwa Islam sebagai bagian dari aktor strategis yang berhak terlibat dalam proses politik di Indonesia. Saya hanya ingin menyoal apa yang dikabarkan oleh aliansi politik Anda kepada publik: mereka menghembuskan rumor bahwa bukan Soeharto yang menjadi akar persoalan krisis dan kerusakan di Indonesia, melainkan kekuatan Katolik, Sekuler, Nasionalis Jawa dan Tionghoa.

Anda tentu saja akan mengatakan Anda tidak terlibat dalam kerusuhan Mei 1998. Namun sadarkah Anda bahwa semangat anti-Cina, Katolik, Sekular, Nasionalis seperti bensin yang disiramkan ke tengah api kebencian rasial yang masih melekat pada sebagian masyarakat kita? Dan kini ketika sentimen rasial yang sama dihembuskan oleh tim kampanye Anda, Anda tutup mulut rapat-rapat.

Peristiwa lain yang saya catat: Anda bertanggung jawab atas penculikan aktivis dan mahasiswa yang sebagian di antaranya masih hilang sampai saat ini. Sejauh ini Anda membantahnya. Anda selalu katakan, ada tangan-tangan lain yang terlibat dalam penghilangan orang-orang malang ini.

Ketika Anda membaca surat ini saya meminta Anda merenung sejenak. Sejak penculikan terjadi, sebuah keluarga kehilangan ayahanda yang tak pernah henti-hentinya mengasihi istri dan anak-anaknya. Ada seorang kangmas yang selalu memberikan inspirasi dan harapan kepada adik dan rekan-rekannya tentang masa depan Indonesia yang merdeka, demokratis dan setara. Ada orang tua yang sampai saat ini selalu menanyakan nasib anaknya, yang pada era Soeharto gigih berjuang demi kedaulatan rakyat Indonesia.

Jika benar Anda tidak terlibat pada penghilangan mereka, semestinya Anda tidak perlu takut dan kehilangan ketegasan Anda memperjuangkan terwujudnya Pengadilan HAM? Anda pun tidak usah repot-repot menulis dalam manifesto partai Anda bahwa pengadilan HAM adalah ikhtiar hukum yang berlebihan.

Anda harus ingat tugas berat yang akan Anda emban nanti bila terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia: melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Saya ulangi: melindungi.

Selanjutnya, Bapak Prabowo Subianto , saya ingin mendiskusikan tujuan bernegara kedua, yaitu memajukan kesejahteraan umum.

Susah payah saya baca secara saksama visi/misi dan program-program yang Anda kemukakan. Sayang, dalam retorika-retorika Anda yang begitu menggelegar, Anda tidak memiliki program dan kebijakan yang jernih, jelas dan tegas!

Pada satu waktu Anda menyatakan akan menerapkan nasionalisme ekonomi dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. Di waktu yang lain, Anda menyatakan akan tetap mempertahankan operasi PT Freeport di Indonesia. Di suatu kesempatan Anda bicara tentang ekonomi kerakyatan demi menegakkan kemandirian bangsa. Namun tak satupun kata industrialisasi nasional dalam uraian Anda. Anda sekadar memberi sinyal kepada kapitalisme internasional, bahwa Anda akan menegakkan rezim yang mengamankan investasi!

Bagaimana mungkin kemandirian ekonomi dan visi ekonomi kerakyatan sebuah bangsa dibangun tanpa perhatian lebih atas industrialisasi nasional sebagai basis penopangnya? Dari semua yang Anda utarakan, tak satu pun yang mampu menunjukkan posisi tegas Anda sebagai pemimpin bangsa yang akan bekerja keras demi kesejahteraan umum.

Saya tidak menjumpai ketegasan di sana. Saya menemukannya di tempat lain, di dalam pendirian Anda yang kukuh untuk mengembalikan era Orde BaruOrde Baru yang Anda anggap era gemilang, gemah ripah loh jinawi, di mana Indonesia konon menjadi macan Asia. Betul demikian?

Apabila benar Orde Baru menjadi acuan Anda, silakan tengok fakta keras ini. Di balik catatan mercu suar pembangunan ekonomi dengan pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen itu, terjadi proses pembangunan yang sungguh timpang. Telah banyak riset yang menunjukkan bahwa kue pembangunan itu lebih besar dikonsumsi oleh keluarga Soehartoingat, Anda termasuk di dalamnyamelalui praktik-praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Proses pembangunan ekonomi sangat sentralistik dan berpusat di Jakarta. Sementara Aceh hingga Papua tak pernah dilirik kecuali jika ada sumber daya alam di sana. Tak heran, sejarah pembangunan Orde Baru sarat oleh catatan sejarah kekerasan dan penindasan terhadap rakyat. Dan memang begitulah mesin kekuasaan Orde Baru bekerja menopang pola-pola pembangunan yang tidak adil.

Rayuan Orde Baru inikah yang ingin Anda jual dan tawarkan kepada kami para pemilih? Maaf, sekali lagi saya sangsi jika Anda sanggup dan memiliki ketegasan untuk memimpin Indonesia. Saya sangsi Anda akan memajukan kesejahteraan umum bagi rakyat Indonesia.

Bapak Prabowo Subianto , cita-cita kesejahteraan umum dalam corak pembangunan yang manusiawi di abad ke-21, tidak bisa dikejar dengan kata-kata besar, grandiose dan megah. Jika Anda betul-betul hidup di abad 21, program pembangunan Anda tak punya pilihan kecuali melibatkan rakyat banyak dan sensitif terhadap hak-hak dasar warganegara. Jika Anda sungguh-sungguh manusia Abad 21, model pembangunan Anda akan menekankan kehadiran ruang seluas-luasnya di mana segenap warga Indonesia mendapatkan kesempatan dan perlindungan sosial dari ancaman kapitalisasi pendidikan yang menghalangi orang miskian untuk mengenyam pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Jika Anda berniat menjadi pemimpin di abad ini, sudah semestinya visi pembangunan Anda memastikan jaminan kesehatan warganya. Dalam pembangunan tersebut, Anda juga akan melibatkan kedaulatan dan hak dari segenap warga dari sumber daya alam di sekitarnya.

Pembangunan seperti ini, meskipun Anda torehkan dalam visi dan misi Anda, tidak akan bisa berjalan seiring dengan logika pembangunan ekonomi ala Orde Baru yang menindas rakyat seraya memakmurkan sekelompok kecil elite oligarki yang Anda banggakan itu.

Selanjutnya, mari kita mendiskusikan tujuan bernegara kita yang ketiga, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bapak Prabowo Subianto yang saya hormati, salah satu indikator dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah terbentuknya karakter warga yang beradab. Patut diketahui, dalam kaitannya dengan karakter beradab tersebut, apa yang dilakukan oleh sebagian besar tim sukses Anda selama kampanye presiden ini diselenggarakan, sangat jauh dari kata beradab.

Bagaimana Anda dapat membangun sebuah bangsa yang cerdas, beradab dan menghormati kebhinekaan, jika banyak dari pendukung Anda memanfaatkan sentimen etnis, agama dan ras untuk memenangkan Anda? Kenapa pula Anda hanya diam ketika pendukung Anda menyebarkan berita bohong bahwa kompetitor Anda sebagai bukan muslim, anak keturunan Tionghoa, dan seorang komunis?

Bapak Prabowo Subianto , kebhinekaan bangsa kita, persatuan dan kesetaraan dari tiap warga Indonesia telah diperjuangkan dengan susah payah. Penghormatan terhadap kebhinekaan adalah mutlak sebagai bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Saya menyaksikan bahwa apa yang dilakukan tim sukses Anda justru merupakan bentuk paling vulgar dari pembodohan rakyat Indonesia.

Kini kita masuk pada pokok paripurna dari tujuan kita bernegara: ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Saya lihat pokok keempat ini absen dari program dan kampanye Anda. Apa yang Anda kemukakan sebagai bagian dari peran Indonesia dalam kancah internasional? Semangat anti-asing yang digelorakan oleh tim Anda memperlihatkan bahwa visi Anda tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme begitu usang, tertinggal dan obsolete.

Ketika saya mengemukakan hal ini, saya tidak sedang mengulang-ulang mantra kaum globalis yang menihilkan pentingnya negara-bangsa. Tidak, sekali lagi, tidak! Keyakinan saya tentang hubungan nasionalisme dan internasionalisme tertanam dalam diktum monumental yang dikemukakan Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945, bahwa Internationalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. Nasionalisme tidak dapat hidup subur, kalau tidak hidup dalam taman sarinya internasionalisme. Sebuah pandangan nasionalisme yang luas dan humanistik ini tidak dapat tumbuh bersemi beriringan dengan semangat anti-asing yang selama ini dikumandangkan para pendukung Anda.

Bagi saya, retorika harus berlandaskan pada kenyataan-kenyataan praktek yang kita lakukan selama ini. Dan saya temukan betapa lebarnya jurang antara retorika bergelora yang Anda sampaikan dengan rekam jejak kepemimpinan Anda selama ini.***

Perth, 29 Juni 2014
Sumber: Merdeka.com https://id.berita.yahoo.com/dosen-unair-tulis-surat-terbuka-untuk-prabowo-033526259.html

SURAT BUAT TASNIEM FAUZA
 Surat terbuka yang di-posting putri petinggi Partai Amanat Nasional Amien Rais, Tasniem Fauzia di laman Facebook-nya beberapa waktu lalu mengundang perhatian. Ada komentar positif, ada pula yang mempertanyakan sejumlah hal yang dimuat Tasniem dalam surat yang ditujukannya untuk calon presiden Joko Widodo itu. (Baca: Dukung Prabowo, Putri Amien Rais Buat Surat Terbuka untuk Jokowi)
Dalam surat terbukanya itu, Tasniem banyak memberi pertanyaan kepada Jokowi. Di akhir pertanyaan, ia meminta Jokowi menjawab, tetapi tidak perlu membalas surat tersebut. Tasniem meminta siapa saja yang membaca suratnya dan mengenal Jokowi, agar menyampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu. Sejumlah hal yang dipertanyakan Tasniem kepada Jokowi, di antaranya mengenai Jokowi yang dinilainya tidak amanah karena tak menyelesaikan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta dan kemampuan mantan Wali Kota Solo itu memimpin ratusan juta rakyat Indonesia.
Surat Tasniem sempat mendapatkan jawaban dari Achmad Room Fitrianto, yang mengaku sebagai anak petani dan tengah menyelesaikan pendidikan doktoral di Perth, Australia. (Baca: Anak Petani Jawab Surat Terbuka Anak Amien Rais soal Jokowi).

Kini, Tasniem kembali mendapatkan balasan atas surat terbukanya itu. Kali ini, dari mantan adik kelasnya saat menempuh pendidikan di SMP 5 Yogyakarta, Dian Paramita. Dian mengunggah surat untuk Tasniem di laman situs pribadinya, www.dianparamita.com, dengan judul "Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia".
Dalam suratnya, Dian mengungkapkan kesannya terhadap Tasniem saat masih sama-sama duduk di bangku SMP. Ia mengaku mengagumi Tasniem yang disebutnya sederhana meski berstatus anak pejabat negara. Akan tetapi, kekaguman Dian terhadap Tasniem buyar setelah ia membaca surat terbuka Tasniem untuk Jokowi.
"Kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berpikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu," demikian Dian dalam salah satu bagian suratnya.
Selengkapnya, berikut surat terbuka Dian untuk Tasniem:
Surat Terbuka untuk Tasniem Fauzia
Yang Terhormat Mbak Tasniem Fauzia,
yang dulu sangat saya kagumi sebagai kakak kelas di SMP 5 Yogyakarta.
Mungkin Mbak lupa siapa saya. Panggilan saya Mimit. Saat saya kelas 1 dan Mbak Tasniem kelas 3, kita mendapat kursi bersebelahan untuk mengikuti ulangan umum. Saya ingat betul, Mbak selalu meminjam pensil saya, lalu pulpen saya, lalu penghapus saya, kemudian Mbak berbisik, "sorry ya Dek, aku kere..." Saya tertawa senang mendengarnya. Karena saat itu Mbak Tasniem adalah anak dari Ketua MPR, Amien Rais.
Kita sering mengobrol saat ujian. Dari situ Mbak tau saya fans berat grup musik The Moffatts. Kita bercerita mengenai pengalaman kita nonton konser The Moffatts. Saya nonton yang di Jakarta, Mbak yang di Bandung. Beberapa hari kemudian, Mbak jauh-jauh jalan dari kelas Mbak untuk mendatangi kelas saya, lalu memberikan foto-foto The Moffatts yang Mbak jepret di Bandung. Saya senang sekali. Sampai sekarang foto itu saya simpan.
Setelah Mbak sudah SMA dan saya masih SMP, saya sempat bertemu dengan Mbak di sebuah toko buku. Saat itu Mbak memakai celana baggy hijau dan kaos band berwarna hitam. Mbak terlihat tomboy dan sederhana. Dengan senyum Mbak membalas sapaan saya. Saya yakin, di toko buku itu tak ada yang tau bahwa Mbak Tasniem adalah anak seorang Ketua MPR.
Berulang kali saya ceritakan tentang sosok Mbak Tasniem yang saya kenal dan kagumi. Saya ceritakan ke ibu saya, ke teman-teman saya, ke siapapun jika sedang membicarakan anak pejabat. Karena Mbak berbeda dengan anak pejabat lainnya, saya bangga pernah mengenal Mbak Tasniem.
Namun maaf Mbak, kekaguman saya buyar setelah membaca surat terbuka Mbak untuk Jokowi, 26 Juni 2014 lalu. Karena surat itu tidak seperti surat dari Mbak Tasniem yang saya kenal humble, sederhana, dan jujur. Jika saya berpikiran dangkal, tentu saja saya akan berfikir Mbak menulis itu karena Mbak adalah anak dari Amien Rais, pendukung Prabowo. Namun saya menahan diri untuk tidak berfikir seperti itu dulu.
Oleh karena itu, saya sungguh-sungguh ingin bertanya, apakah benar Mbak Tasniem yang menulis surat itu? Tanpa desakan atau pengaruh dari orang lain? Saya juga berharap Mbak menjawab dengan hati nurani yang paling dalam, jika benar Mbak menulis surat itu, apakah Mbak yakin surat itu baik untuk bangsa ini?
Saya yakin sulit bagi Mbak Tasniem untuk menjawabnya dengan hati nurani yang paling dalam jika di sekeliling Mbak Tasniem adalah pendukung Prabowo. Apalagi mereka adalah keluarga tercinta. Oleh karena itu ijinkan saya membantu Mbak untuk merenunginya dan menjawab beberapa pertanyaan Mbak untuk Jokowi yang saya rasa tidak tepat.
Sumpah Jabatan Jokowi
Pertanyaan Mbak mengenai Jokowi yang meninggalkan Jakarta bukan pertanyaan baru. Saya sudah sering mendengar pertanyaan template ini dari para pendukung Prabowo. Mengapa Jokowi melanggar sumpah jabatannya untuk menyelesaikan Jakarta dan justru mencalonkan diri sebagai presiden?
Sebelum menjawab terlalu jauh, ada yang harus diluruskan terlebih dahulu agar Mbak Tasniem maupun semua pembaca surat Mbak tidak salah mengerti apa isi sumpah jabatan. Berikut isi sumpah jabatan yang disebutkan Jokowi maupun Ahok di pelantikan mereka 2012 lalu.
Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji. Akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Gubernur/Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya, dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Semoga Tuhan menolong saya.
Agar lebih jelas, Mbak Tasniem bisa menonton video sumpah jabatan Jokowi-Ahok disini: Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI masa periode 2012-2017.
Mendengarkan ulang pelantikan itulah yang membuat saya bertanya, apakah Mbak Tasniem betul-betul sudah membaca atau mendengar ulang isi pelantikan Jokowi dengan Ahok tersebut? Karena dalam pelantikan itu saya tidak menemukan satu katapun sumpah Jokowi harus menyelesaikan Jakarta hingga beres. Seperti yang sudah diatur, Jokowi mengucapkan ulang sumpah jabatan itu untuk menjadi Gubernur DKI yang baik, adil, lurus, sesuai UUD '45, UU, dan peraturan, untuk berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa. Lalu dimana letak Jokowi melanggar sumpah jabatan seperti kata Mbak Tasniem?
Kalaupun kita mengalah menggunakan logika Mbak Tasniem untuk menuntut sumpah Jokowi agar membereskan Jakarta, maka semua gubernur sebelum Jokowi juga harus kita tuntut. Mereka semua juga belum membereskan Jakarta. Mengapa hanya Jokowi saja yang dituntut? Toh Jakarta "tidak beres" bukan karena Jokowi. Justru seharusnya kita menuntut mereka yang membuat Jakarta sedemikian rupa buruknya.
Saya setuju Jakarta itu penting untuk segera diperbaiki. Tetapi Jakarta tidak serta merta hancur lebur jika ditinggalkan Jokowi. Jokowi memiliki wakil sehebat Ahok. Jokowi tahu itu. Ahok pun adalah sosok yang diunggulkan Prabowo. Maka jika Jokowi bisa mempercayakan Ahok untuk menggantikannya memimpin Jakarta, mengapa Prabowo sebagai pencalon Ahok tidak bisa percaya kepadanya? Mengapa Mbak Tasniem tidak bisa percaya kepada Ahok?
Mungkin Mbak Tasniem hanya sedikit tidak teliti membaca sumpah jabatan Jokowi. Saya pahami. Itu normal terjadi. Namun Mbak, dari tuntutan Mbak tersebut, yang paling menggelisahkan adalah seakan mengingatkan Jokowi untuk menyelesaikan Jakarta itu jauh lebih penting daripada mengingatkan Prabowo untuk menyelesaikan kasus penculikan 1998. Ada 23 orang diculik, 9 mengaku disiksa, 13 belum kembali, dan 1 mati ditembak. Beberapa korban yang kembali pernah bertemu korban yang masih hilang di markas Kopassus Cijantung. Sehingga Prabowo tidak serta merta terlepas dari keterkaitan kasus korban yang masih hilang.
Mungkin Mbak Tasniem tidak tau, bahwa kasus penculikan 1998 belum selesai. Prabowo belum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah oleh pengadilan karena pengadilan untuk kasus ini tidak kunjung dilakukan. Sejak 1998, 3 lembaga negara antara lain Dewan Kehormatan Perwira (DKP), Tim Ad Hoc Komnas HAM, dan Tim Gabungan Pencari Fakta, sudah melakukan penyelidikan dan menemukan keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan 1998 tersebut. Dalam penyelidikannya, tahun 2005-2006 Tim Ad Hoc Komnas HAM memanggil Prabowo untuk bersaksi, namun ia mangkir tak pernah memenuhi panggilan. Tahun 2006, dibantu DPR, Komnas HAM mengajukan pengadilan kasus ini ke Jaksa Agung. Namun hingga detik ini, pengadilan kasus ini belum juga disetujui. Jadi sekali lagi, belum ada pengadilan untuk kasus ini. Maka belum ada kejelasan hukum mengenai status Prabowo bersalah atau tidak bersalah. Untuk lebih jelasnya, saya pernah menulis disini: Rangkaian Penculikan dan Keterlibatan Prabowo.
Lalu apakah memintanya untuk segera menyelesaikan kasus ini di pengadilan tidak jauh lebih penting? Ada 9 keluarga korban yang selama 16 tahun menanti kejelasan dimana orang tercinta mereka, Mbak. 16 tahun dan belum ada keadilan. Kata seorang ibu korban yang masih hilang, "separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali..."
Tidak seperti Jokowi yang bisa digantikan Ahok dalam memimpin Jakarta, penyelesaian kasus penculikan 1998 hanya bisa dimulai dari kesaksian Prabowo. Tak ada yang bisa menyelesaikan kasus ini tanpa Prabowo ke pengadilan dan membuka semua kebenaran. Termasuk menyeret semua jendral yang terlibat.
Lagipula, menurut surat rekomendasi DKP pun Prabowo direkomendasikan untuk diberhentikan dari dinas keprajuritan karena melanggar Sapta Marga dan sumpah prajurit. Salah satu sumpah prajurit adalah tidak membantah perintah atasan dan salah satu isi Sapta Marga adalah membela kejujuran, kebenaran, maupun keadilan. Prabowo melanggar sumpah prajuritnya dengan melakukan tindakan yang tidak sesuai komando atasannya. Prabowo pun melanggar Sapta Marga-nya karena tidak bersedia memberi kesaksian saat dipanggil Komnas HAM terkait kasus penculikan 1998. Walaupun kesaksiaan Prabowo penting untuk memberikan keadilan kepada korban dan keluarga korban.
Mbak Tasniem, justru inilah yang disebut melanggar sumpah jabatan. Apa yang diucap Prabowo, tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya. Lalu mengapa Mbak Tasniem lebih menggelisahkan Jakarta dan Jokowi yang ternyata tidak melanggar ucapan sumpahnya, daripada menggelisahkan nasib kakak-kakak kita yang diculik, disiksa, dibunuh, dihilangkan, dan Prabowo yang jelas melanggar ucapan sumpahnya?
Ditakut vs Disegani
Mbak Tasniem yang cantik, ingat tidak kita pernah mengidolai The Moffatts? Sampai rela berdesak-desakan untuk menonton mereka dan mengambil gambar mereka. The Moffatts adalah band asing asal Kanada. Namun apakah kita takut kepada mereka? Kita menyukai dan mengaggumi mereka, bukan takut pada mereka. Itulah yang penting dalam menjalin hubungan antar bangsa. Saling menghormati dan dihormati. Bukan saling menakuti dan ditakuti.
Menurut Mbak Tasniem founding father kita pernah berpesan untuk memiliki pemimpin yang ditakuti, dibenci, dan dicaci maki asing karena pemimpin yang seperti itulah yang akan membela kepentingan bangsa. Tapi saya rasa ini tidak tepat untuk di jaman yang lebih ramah seperti sekarang. Saya katakan ramah karena di jaman sekarang ini, segala permasalah antar negara tidak lagi diselesaikan dengan perang. Tetapi sebisa mungkin kita selesaikan dengan menggunakan cara damai kekeluargaan yaitu jalur diplomasi.
Maka untuk apa memiliki pemimpin yang ditakuti bangsa lain? Kita tidak sedang berperang. Kita sedang menjalin hubungan baik saling menguntungkan antar bangsa. Memiliki pemimpin yang ditakuti tidak akan memberi dampak yang positif bagi bangsa ini. Contohnya Korea Utara. Amerika Serikat bahkan PBB pun tak dapat ikut campur dengan apa yang sudah Kim Jong Un perbuat dengan keji kepada rakyatnya. Karena mereka takut. Lalu apakah ketakutan AS pada Kim Jong Un itu berdampak baik bagi rakyat Korea Utara? Justru tidak. Jika kita kaget dan iba menonton film jaman dahulu yang rajanya menyiksa rakyat dan memperlakukan rakyat dengan tidak adil, maka jangan kaget pula jika itu masih terjadi di Korea Utara. Hingga detik ini.
Sehingga bagi saya Mbak Tasniem, kita tidak lagi membutuhkan pemimpin yang ditakuti, namun disegani bangsa asing. Karena di jaman kita sekarang, kita tidak lagi sedang berperang, namun kita sedang bekerja sama yang saling menguntungkan. Saya mohon Mbak Tasniem, jangan lagi memandang bangsa asing sebagai musuh. Karena itu akan menghacurkan kita sendiri. Pandanglah bangsa asing sebagai teman baik untuk bekerja sama dan berkompetisi. Untuk memiliki teman baik seperti itu, maka kita harus ramah namun disegani, bukan ditakuti.
Saya percaya, bahwa Jokowi tidak akan sempurna nantinya. Namun saya pun percaya, dia bukan jenis pemimpin yang represif atau yang memaksakan perintahnya kepada rakyat. Sehingga nantinya, jika Mbak Tasniem merasa Jokowi tidak bisa membela kepentingan bangsa di atas kepentingan asing, kita bisa dengan lantang tanpa rasa takut untuk mengkritisinya.
Jokowi dan Bangsa Asing


Sumber: dianparamita.com Sumber: dianparamita.com
Tentu saja sosok Jokowi sudah menjadi sosok yang disegani bangsa asing. Ia berulang kali disorot media asing dengan positif. Salah satunya, seperti yang Mbak Tasniem sebutkan, Jokowi masuk dalam majalah Fortune. Tidak tanggung-tanggung ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 pemimpin terbaik di dunia. Ia disandingkan dengan para pemimpin hebat lainnya seperti Dalai Lama, Bill Clinton, Pope Francis, dan Aung San Suu Kyi. Mengutip majalah Fortune sebelum memperkenalkan 50 pemimpin hebat versi mereka.
In era that feels starved for leadership, we've found men and women who will inspire you - some famous, others little known, all of them energizing their followers and making the world better.
Membaca kutipan itu dan mengetahui bahwa ada orang Indonesia termasuk yang disebut di dalam kutipan itu, maka seharusnya Mbak Tasniem bangga, bukan khawatir. Bahwa ada calon pemimpin kita yang disegani bangsa asing sedemikian rupa. Sehingga akan membantu kita berhubungan baik saling menguntungkan dengan mereka.
Jokowi Mampu

Mbak Tasniem yang manis, sebenarnya apa yang Mbak tanyakan kepada Jokowi mengenai kemampuannya memimpin 250 juta jiwa Indonesia seharusnya ditanyakan juga kepada Prabowo. Apakah Prabowo mampu? Namun baik Jokowi maupun Prabowo tidak perlu menjawab. Hanya rekam jejak mereka yang bisa menjawab dengan jujur, apakah mereka mampu atau tidak memimpin bangsa ini?

Rekam jejak Jokowi mengatakan ia mampu. Ia telah memimpin Kota Solo dengan baik. Kalo tidak baik, mengapa rakyat Solo menyanjung dan menghormatinya hingga sekarang? Bahkan mendukungnya untuk menjadi presiden? Kalo tidak baik, mengapa sejak dahulu kita sudah mendengar nama Jokowi walaupun ia hanya seorang walikota? Saya ingat betul saya mendengar nama besar Jokowi pada tahun 2011, di acara Provocative Proactive yang dipandu teman baik saya Pandji Pragiwaksono. Acara ini adalah sebuah acara remaja yang membahas politik. Di kesempatan itu Mas Pandji menyebut Jokowi sebagai seorang walikota yang hebat. Beberapa bulan kemudian banyak sekali berita baik mengenai kinerjanya. Karena itu masyarakat memohon kepada PDIP untuk mencalonkan Jokowi agar memimpin ibukota Indonesia, Jakarta. Ia pun berangkat ke Jakarta dan terpilih. Tidak sampai disitu, ia pun melakukan berbagai perubahan berarti, seperti pembangunan MRT, penertiban Tanah Abang, penertiban topeng monyet, dsb. Kemudian masyarakat memohon kepada Megawati dan PDIP untuk mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Termasuk saya. Termasuk keluarga saya. Termasuk teman-teman saya. Banyak. Ia mencalonkan diri sebagai presiden bukan karena paksaan Megawati, namun karena paksaan saya dan jutaan rakyat lainnya.

Sementara rekam jejak Prabowo belum menunjukkan ia mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia. Ia adalah mantan seorang pemimpin prajurit militer. Mbak Tasniem, prajurit militer itu berbeda dengan rakyat sipil. Dimana prajurit harus menuruti semua komando pemimpinnya, tanpa boleh protes. Berbeda dengan rakyat sipil yang justru idealnya terus mengkritisi pemerintah jika dirasa kebijakannya tidak baik. Bahkan sebagai prajurit pun Prabowo pernah diberhentikan dari ABRI 11 tahun sebelum masa pensiunnya. Disini letak perbedaannya. Jokowi sudah teruji dan dipuji saat memimpin rakyat sipil di 2 wilayah Indonesia, sementara Prabowo belum teruji dan bahkan pernah diberhentikan dari militer.

Maka dari itu Mbak Tasniem, bertanyalah pada hati yang terdalam, apakah seseorang bisa kita percaya akan menjadi pemimpin yang baik jika belum teruji dan pernah diberhentikan? Menurut rekam jejak kedua calon, siapakah yang lebih siap dan mampu memimpin 250 juta jiwa Indonesia yang mayoritas sipil itu?

Blusukan Jokowi

Saya tahu Mbak Tasniem dari keluarga muslim yang dihormati. Saya pun yakin Mbak Tasniem adalah seorang muslimah yang baik. Karena muslimah yang baik adalah mereka yang selalu berprasangka baik. Maka mari kita berprasangka baik pada blusukan Jokowi.

Blusukan Jokowi tidak begitu saja langsung diketahui media lalu disorot. Ada prosesnya. Darimana media tau Jokowi blusukan jika sebelumnya Jokowi tidak blusukan di berbagai tempat? Blusukan Jokowi dilakukannya jauh sebelum media tahu, lalu kemudian menjadi pembahasan masyarakat, lalu kemudian media tertarik dan meliput.

Namun untuk menjawab keraguan Mbak Tasniem mengenai keikhlasan Jokowi dalam blusukan dan kesederhanaannya, mungkin Mbak Tasniem perlu mengetahui cerita kesaksian dari 3 anak bangsa ini. Namanya Maya Eliza, Vicky Nidya Putri, dan Fandy.

Sumber: dianparamita.com Cuplikan testimoni Jokowi yang dimuat dalam surat terbuka untuk Tasniem Fauzia Rais oleh Dian Paramita.
Karena kagum, baik Maya, Vicky, maupun Fandy membagikan cerita dan fotonya ke Facebook. Pengalaman mereka ini menjadi viral dibagikan oleh anak bangsa lainnya. Ini bukan cerita dari media. Ini cerita dari anak bangsa seperti kita, Mbak Tasniem.

Dana dan Kebocoran

Menanggapi pertanyaan Mbak tentang asal dana untuk program Jokowi akan sulit. Karena itu memang hanya bisa ditanggapi oleh Jokowi dan timnya sendiri. Namun kemudian Mbak Tasniem menyebutkan kebocoran kekayaan alam Indonesia yang dijelaskan Prabowo di dalam debat capres kedua.
Mbak Tasniem yang cerdas, bukankah kebocoran yang disebut Prabowo itu penuh perdebatan? Jika Prabowo mengaku mendapatkan data kebocoran itu dari Abraham Samad, maka sebenarnya maksud Abraham Samad yang bocor itu bukan dana yang sudah ada, bukan pula alam Indonesia. Maksud Abraham Samad mengenai kebocoran adalah hilangnya potensi pendapatan negara. Potensi ini hilang bukan karena dicuri, namun karena banyak pengusaha yang tidak membayar pajak atau banyaknya produk impor yang masuk.
Jika menurut Mbak Tasniem dana program Prabowo berasal dari kebocoran itu, maka ini berarti pihak Prabowo menggantungkan dana program mereka dari sesuatu yang masih bersifat potensi. Potensi yang masih mungkin berhasil didapatkan, tetapi mungkin juga tidak berhasil didapatkan. Kemungkinan potensi ini berhasil didapatkan negara adalah melalui perbaikan peraturan pajak atau ketegasan pemerintah dalam menarik pajak kepada pengusaha. Lain lagi dalam impor, potensi baru bisa berhasil didapatkan jika pemerintah mampu melindungi produk dalam negri dari impor.
Tentu saja untuk menuju keberhasilan, kedua cara ini prosesnya bersifat lama. Jika demikian, sambil menunggu proses mendapatkan dana dari potensi itu, dari mana dana untuk program-program Prabowo? Bahkan potensi dana belum tentu berhasil didapatkan. Jika tidak berhasil didapatkan kemudian pertanyaannya, dari mana dana untuk program-program Prabowo?

Bertanya Pada Hati Nurani

Sejujurnya saya kecewa dengan isi surat Mbak Tasniem. Surat Mbak Tasniem menggelisahkan untuk bangsa ini. Karena Mbak Tasniem seakan lebih mengkhawatirkan Jakarta dipimpin Ahok daripada mengkhawatirkan 13 anak bangsa yang masih hilang di bawah komando Prabowo. Seakan sumpah jabatan Jokowi itu lebih berdosa daripada Prabowo melanggar sumpah prajuritnya. Seakan blusukan Jokowi itu perlu dicurigai daripada mencurigai koalisi gemuk dan koruptor pengemplang pajak di belakang Prabowo. Seakan jaman sekarang lebih butuh pemimpin yang ditakuti karena pernah melanggar HAM daripada pemimpin yang disegani dan dipuji bangsa lain. Seakan lebih tepat meremehkan kemampuan Jokowi yang terbukti sudah mampu memimpin 2 wilayah di Indonesia daripada meremehkan Prabowo yang belum pernah memimpin sipil dan jelas diberhentikan atasannya. Seakan lebih baik memaklumi masa lalu kelam Prabowo dan orang-orang lama bermasalah di belakangnya daripada memaklumi masa lalu Jokowi yang terbukti baik.
Kita tidak sedang bertaruh seperti suporter sepak bola dengan taruhan uang pribadi. Kita sedang menentukan masa depan bangsa, yang taruhannya anak-cucu kita nanti. Memang betul kita harus selalu bertanya pada hati nurani yang paling dalam untuk keputusan kita memilih pemimpin nanti. Maka Mbak Tasniem, mohon tanyakan pada diri sendiri, apakah benar Mbak Tasniem menulis surat itu dengan hati yang paling dalam?
Surat tulus dari mantan adik kelasmu yang dulu mengaggumimu,
Jakarta, 30 Juni 2014,
Dian Paramita
PS: Surat ini tak perlu dibalas.


Sumber : http://forum.tribunnews.com/showthread.php?7368625-Lagi-Balasan-Surat-Terbuka-untuk-Putri-Amien-Rais-soal-Jokowi#.U7JzcdrllF4.twitter



Surat Franz Magnis untuk Prabowo

Rabu, 02 Juli 2014 | 08:06 WIB
Surat Franz Magnis untuk Prabowo
Rohaniwan Franz Magnis Suseno 'mempelopori' penolakan terhadap Penghargaan Ahmad Bakrie (Bakrie Award) pada 2007. Ketika itu Romo Magnis menolak menerima hadiah Bakrie Award dengan alasan bencana lumpur Lapindo yang disebabkan anak perusahaan Bakrie. DOK/TEMPO/ Zulkarnain
TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa hari menjelang pemilu presiden, banyak warga berkirim surat kepada calon presiden tentang harapan mereka mengenai pelaksanaan pemilu dan pemerintahan baru lima tahun ke depan. Rohaniawan Katolik Romo Franz Magnis Suseno juga mengirimkan suratnya yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 1.

Saudara-saudari,

Pertama, saya mohon maaf kalau kiriman ini yang jelas berpihak, tidak berkenan, apalagi di masa puasa. Namun beberapa hari sebelum pilpres saya merasa terdorong sharing kekhawatiran saya.

Saya mau menjelaskan dengan terus terang mengapa saya tidak mungkin memberi suara saya kepada Bapak Prabowo Subiyanto. Masalah saya bukan dalam program Prabowo. Saya tidak meragukan bahwa Pak Prabowo, sama seperti Pak Joko Widodo, mau menyelamatkan bangsa Indonesia. Saya tidak meragukan bahwa ia mau mendasarkan diri pada Pancasila. Saya tidak menuduh Beliau antipluralis. Saya tidak meragukan iktikat baik Prabowo sendiri.

Yang bikin saya khawatir adalah lingkungannya. Kok Prabowo sekarang sepertinya menjadi tumpuan pihak Islam garis keras. Seakan-akan apa yang sampai sekarang tidak berhasil mereka peroleh mereka harapkan bisa berhasil diperoleh andaikata saja Prabowo menjadi presiden? Adalah Amien Rais yang membuat jelas yang dirasakan oleh garis keras itu: Ia secara eksplisit menempatkan kontes Prabowo – Jokowi dalam konteks perang Badar, yang tak lain adalah perang suci Nabi Muhammad melawan kafir dari Makkah yang menyerang ke Madinah mau menghancurkan umat Islam yang masih kecil! Itulah bukan slip of the tongue Amien Rais, memang itulah bagaimana mereka melihat pemilihan presiden mendatang. (Baca:Pasien Kanker Ini Berharap Jokowi Jadi Presiden)

Mereka melihat Prabowo sebagai panglima dalam perang melawan kafir. Entah Prabowo sendiri menghendakinya atau tidak. Dilaporkan ada masjid-masjid di mana dikhotbahkan bahwa coblos Jokowi adalah haram. Bukan hanya PKS dan PPP yang merangkul Prabowo, FPI saja merangkul.

Mengapa? Saya bertanya: Kalau Prabowo nanti menjadi presiden karena dukungan pihak-pihak garis keras itu: Bukankah akan tiba pay-back-time, bukankah akan tiba saatnya di mana ia harus bayar kembali hutang itu? Bukankah rangkulan itu berarti bahwa Prabowo sudah tersandera oleh kelompok-kelompok garis keras itu?

Lalu kalimat gawat dalam Manifesto Perjuangan Gerindra: "Negara dituntut untmenjamin kemurnian ajaran agama yang diakui dari segala bentuk penistaan dan penyelewengan dari ajaran agama". Kalimat itu jelas pertentangan dengan Pancasila karena membenarkan penindasan terhadap Achmadiyah, kaum Syia, Taman Eden dan kelompok-kelompok kepercayaan.

Sesudah diprotes Dr. Andreas Yewangoe, Ketua PGI, Pak Hashim, adik Prabowo, sowan pada Pak Yewangoe dan mengaku bahwa kalimat itu memang keliru, bahwa Prabowo 2009 sudah mengatakan harus diperbaiki dan sekarang sudah dihilangkan. Akan tetapi sampai tanggal 25 Juni lalu kalimat itu tetap ada di Manifesto itu di website resmi Gerindra. Bukankah itu berarti bahwa Hashim tidak punya pengaruh nyata atas Gerindra maupun Prabowo?

Terus terang, saya merasa ngeri kalau negara kita dikuasai oleh orang yang begitu semangat dirangkul dan diharapkan oleh, serta berhutang budi kepada, kelompok-kelompok ekstremis yang sekarang saja sudah semakin menakutkan.

Lagi pula, sekarang para mantan yang mau membuka aib Prabowo dikritik. Tetapi yang perlu dikritik adalah bahwa kok baru saja sekarang orang bicara. Bukankah kita berhak mengetahui latar belakang para calon pemimpin kita?

Prabowo sendiri tak pernah menyangkal bahwa penculikan dan penyiksaan sembilan aktivis yang kemudian muncul kembali, yang menjadi alasan ia diberhentikan dari militer, memang tanggungjawabnya. Prabowo itu melakukannya atas inisiatifnya sendiri.

Saya bertanya: Apa kita betul-betul mau menyerahkan negara ini ke tangan orang yang kalau ia menganggapnya perlu, tak ragu melanggar hak asasi orang-orang yang dianggapnya berbahaya? Apa jaminan bahwa Prabowo akan taat undang-undang dasar dan undang-undang kalau dulu ia merasa tak terikat oleh ketaatan di militer?

Aneh juga, Gerindra menganggap bicara tentang hak-hak asasi manusia sebagai barang usang. Padahal sesudah reformasi hak-hak asasi manusia justru diakarkan ke dalam undang-undang dasar kitab agar kita tidak kembali ke masa di mana orang dapat dibunuh begitu saja, ditangkap dan ditahan tanpa ‎รข€‹proses hukum.

Jakarta, 25 Juni 2014
Franz Magnis-Suseno SJ

 http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/02/269589671/Surat-Franz-Magnis-untuk-Prabowo?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

JAWABAN DARI PIUS LUSTRILANANG

Saudara-saudari,

Pertama-tama, saya minta maaf kepada Romo Frans Magnis-Suseno dan saudaraku kaum muslimin yang sedang berpuasa. Setelah membaca surat Romo Magnis, saya jadi terdorong untuk ikut bersuara.

Berbeda dengan Romo Magnis, saya mantap memberikan suara buat Prabowo Subianto. Saya juga tidak bicara program, karena saya percaya semua pemimpin beretikad baik untuk menyejahterakan rakyatnya. Pemimpin bisa dengan mudah mengundang ribuan ahli untuk menyusun program bagi kemakmuran negara.

Berbeda dengan Romo Magnis, saya tidak khawatir sama sekali dengan Amien Rais dan jargon perang badarnya. Tidak juga dengan kelompok Ormas Islam Radikal. Bagi saya Amien Rais tetaplah salah satu tokoh reformasi. Jika ia berniat jahat, pasti itu sudah dilakukannya saat menjadi Ketua MPR. Bukankah beliau yang memimpin perubahan demi perubahan UUD kita di masa awal reformasi? UUD yang menjadi fondasi demokrasi kita sekarang.

Kita juga sudah punya UU Ormas untuk menangkal aksi kekerasan dan anarkhisme. Kita cuma butuh pemimpin yang tegas, yang bisa melindungi keberagaman kita. Saya kutip pernyataan Prabowo saat menanggapi aksi kekerasan berbau agama di Yogyakarta.

"Kita harus benar-benar menjaga setiap warga negara, harus dilindungi dan tidak boleh ada ancaman kekerasan apapun. Kita akan berupaya sekeras mungkin untuk menegakkan hukum dengan baik dan menciptakan kerukunan dengan sebaik-baiknya," tegasnya. Prabowo berjanji, jika terpilih menjadi Presiden RI, akan memberikan sanksi tegas kepada pelaku pelanggaran tersebut.

Dalam negara demokratis di manapun selalu ada kelompok radikal keagamaan. Kebebasan mengutarakan pendapat dilindungi sepanjang tidak menggunakan cara-cara kekerasan. Kita punya semua semua perangkat hukum buat menangkalnya. Yang belum kita punya cuma pemimpin yang tegas.

Sayat idak meragukan ketegasan Prabowo. Saya tidak meragukan semangat toleransinya. Pemimpin, yang di dalam keluarga inti dan keluarga besar mempraktekkan kebebasan menganut agama dan menjalankan ibadah, dapat kita percaya untuk melindungi keberagaman.

Fatwa haram untuk memilih seseorang dalam sebuah kompetisi politik bukan hal baru di negara kita, bukan hal yang aneh. Megawati juga pernah diharamkan untuk dipilih oleh ulama di Jawa Timur. Tapi tetap saja Megawati memperoleh banyak suara. Mungkin itu cara yang sah bagi politik di kalangan kaum muslimin.

Soal menjamin kemurnian ajaran agama yang ada dalam manifesto Gerindra pun sudah dihapus. Kalaupun masih tercantum dalam website Gerindra, itu tak lebih dari kelalaian. Banyak website partai maupun instansi yang selalu terlambat diperbarui. Manifesto Gerindra disusun dalam waktu yang singkat. Ada banyak kekurangan. Konstitusi negara saja mampu kita sempurnakan. Menyempurnakan manifesto partai tidak serumit menyempurnakan konstitusi.

Romo menyinggung juga soal kasus penculikan aktivis. Sebagai aktivis yang diculik, saya tahu bahwa hal tersebut tidak mungkin atas inisiatif Prabowo sendiri. Kasus penghilangan orang adalah sebuah kejahatan rezim (Soeharto), bukan tindakan koboi para petinggi militer. Jika ada yang salah, maka yang salah adalah doktrin. Kesalahan doktrin adalah kesalahan institusi. Menyalahkan Prabowo semata, bagi saya, hanyalah upaya pengkambinghitaman.

Tuduhan Romo yang menggambarkan Prabowo sebagai orang yang tidak taat konstitusi dan aturan militer saat masih aktif pun, saya anggap berlebihan. Jika Prabowo betul sedigdaya itu, mengapa dia membiarkan dirinya dicopot dari jabatan Pangkostrad?. Bukankah itu berarti dia tunduk pada konstitusi, aturan militer dan hierarki?

Mohon maaf Romo Magnis, apa yang Romo khawatirkan tidak ada yang baru. Buat saya, semuanya hanyalah resume dari kampanye negatip yang selama ini diarahkan buat Prabowo. Jika ada yang salah dari apa yang saya utarakan, saat ini juga saya mengaku dosa. Mohon kiranya Tuhan Yesus mengampuni dosa saya. Amin.

Bogor, 3 Juli 2014

Pius Lustrilanang


NASEHAT ULAMA MUDA UNTUK PRABOWO
"Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi.." | Oleh Ustadz @salimafillah
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”
Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.
Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.
Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar.”
Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”
Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.
Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.
Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.”
Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.
Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin (Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun Nasl (Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat.
Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.”
Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.
Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.
Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.”
Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat.
Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..
Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh yang Anda mampu.
Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.
Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.
Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..
Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”
doa kami,
hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia
Salim A. Fillah

SURAT UNTUK BAPAK MACAN

Surat untuk Bapak Macan

July 12, 2014 // Posted in: Catatan Kecil //
Bapak Prabowo yang Perkasa Seperti Macan,
Waktu kecil saya pernah ditanya, apa cita-citamu kalau sudah besar?
Jawaban yang populer di masa itu adalah jadi dokter. Tapi saya tak kuat melihat darah. Karenanya lantang saya bilang, ingin jadi presiden. Presiden itu hebat. Dikagumi orang, disanjung rakyat, disegani dunia. Saya percaya, jutaan anak Indonesia pernah merasakan punya cita-cita yang sama. Bapak adalah seseorang yang amat beruntung, karena Bapak sudah sedekat ini dengan kursi presiden.
Tadi malam, saya menyimak wawancara Bapak dengan sebuah stasiun televisi internasional. Saya mengira akan mendapati argumen yang diperkuat fakta dan bukti nyata. Sesuatu yang bisa membuat saya, dan jutaan rakyat yang memilih saingan Bapak, berpikir dua kali dan menjadi simpati (karena, percayalah, jika Bapak dilantik jadi presiden, Bapak akan tetap membutuhkan dukungan rakyat). Namun yang saya temukan bukanlah ketegasan dan kekuatan seorang calon pemimpin yang siap melayani, melainkan kemarahan dan kepahitan seorang calon penguasa yang gagal naik tahta.
Saya tercengang. Segusar itukah Bapak?
Barangkali anggapan Bapak benar. Barangkali tudingan itu bukan bualan. Mungkin kami semua sedang dibohongi oleh seorang tukang mebel yang pura-pura rendah hati. Namun, menyimak perkataan Bapak, yang saya dapati hanya amarah yang membuat jengah. Analogi ini mungkin berlebih, tapi saya seperti sedang menyaksikan bocah yang meronta di toko mainan karena tidak dibelikan robot-robotan.
Bapak, saya tak ingin punya pemimpin yang begitu dikuasai ambisi dan amarah, karena saya tak mau hidup dalam ketakutan. Pemimpin yang menghalalkan segala cara untuk meraih keinginannya akan melahirkan prajurit-prajurit yang tak kenal belas kasihan, dan bukan itu yang kami perlukan. Lebih dari tiga abad kami dijajah. Lebih dari tiga puluh tahun kami hidup dalam gentar. Cukup sudah kami didera.
Indonesia dari dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah. Mungkin kami dianggap bodoh, seperti yang Bapak katakan. Namun adakalanya menjadi ramah dan bijak lebih baik ketimbang pintar dan perkasa. Mungkin kami bukan macan yang jago mengoyak mangsa, namun kami tak memerlukan taring karena kami bukan bangsa pemburu. Barangkali kami disebut pemalas, seperti ucapan Bapak dalam wawancara, namun dalam ‘kemalasan’ kami masih sempat bertegur sapa dan saling merangkul sesama saudara. Karena, Bapak, itulah Indonesia yang kami tahu. Indonesia yang diceritakan dalam buku Pendidikan Moral Pancasila.
Bapak Prabowo yang Tangguh Seperti Macan,
Beberapa hari lalu dalam wawancara di Metro TV, Jokowi memakai sepatu seharga dua ratus ribu. Istri yang membelikan, katanya sambil tertawa. Mungkin itu semua cuma pura-pura. Barangkali kesederhanaan itu tak lebih dari permainan. Namun tahukah Bapak, berapa banyak hati yang dibesarkan oleh sepasang sepatu dua ratus ribu di kaki seorang calon presiden? Berapa banyak semangat dan harapan yang bangkit saat seorang calon presiden berjanji ia takkan punya kepentingan, selain mengabdi kepada rakyat? Berapa banyak anak tuna netra yang punya keberanian untuk terus bermimpi setelah kawan mereka dihampiri dan ditepuk pundaknya oleh calon presiden? Berapa banyak senyum yang terkembang saat seorang calon presiden tanpa segan berpose ‘selfie’ di televisi nasional? Ratusan tahun kami dijajah, akhirnya kami punya figur yang mendekati ayah—meski ia lebih suka dipanggil kakak. Dan pernahkah Bapak berpikir, berapa banyak kekecewaan yang sirna dan maaf yang diberikan, saat dengan senyum ia berkata, “Pak Prabowo dan Pak Hatta adalah patriot dan negarawan. Saya percaya mereka akan melakukan yang terbaik untuk negara ini.”?
Bapak, kami sungguh tak ingin membenci. Kami hanya ingin seorang pemimpin yang bisa kami cintai dan hormati, seseorang untuk dipercayai, yang tak menimbulkan ngeri. Beliau sudah ada di sini. Tolong beri ia kesempatan. Biarkan ia menjalankan tugas sebagai abdi rakyat. Dan sementara ia bekerja, barangkali Bapak bisa duduk beristirahat, meluruskan kaki yang sudah penat.

Salam,
Saya yang tak Ingin Jadi Macan
Continue Reading | komentar
 
Support : Copyright © 2011. Intisari Pendidikan.blogspot.com - All Rights Reserved