Guru dan Pengembangan Karier
Latar Belakang Masalah
Dilapangan sering kita temui,prototife seorang guru yang tergolong guru yang rajin, jujur, berpengalaman dan loyalitas yang tinggi, namun dari awal karier hingga akhir karier atau pensiun (retirement) jabatannya tetap guru, ada apa ini?
Hampir setiap dua tahun sekali Kantor Dinas pendidikan selalu menyelenggarakan seleksi untuk memilih seorang guru menjadi Kepala sekolah, dan pada umumnya setiap sekolah mengirimkan dua wakilnya untuk mengikuti seleksi tersebut, dari sekian puluh peserta yang mengikuti seleksi yang dibutuhkan tidak lebih dari 5 orang peserta saja.
Pemilihan peserta yang lolos seleksi selalu menimbulkan tanda Tanya bagi peserta lainnya, bahkan tidak sedikit yang berprasangka buruk, hal ini memang merupakan suatu kewajaran karena ukuran-ukuran untuk menjadi seorang Kepala sekolah itu kurang jelas bahkan tidak transparan.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka penulis ingin mengangkat masalah “bagaimanakah proses pengangkatan Kepala sekolah, khususnya ditingkat SMA/SMK dilingkungan Kabupaten Bandung Barat”
Pembahasan Masalah
Seorang Guru/pegawai seyogyanya sudah memiliki rencana dan pengembangan karier, artinya 10 atau 20 tahun yang akan datang jabatan apa yang dapat dicapai. Walaupun disadari atau tidak bahwa perencanaan karier tidak akan menjamin karier seseorang akan berkembang. Namun dengan perencanaan karier setidaknya akan lebih baik, sehingga ketika kesempatan muncul dan kita memiliki kesiapan maka kesempatan pengembangan karier dapat diraihnya. Selanjutnya dengan memiliki rencana pengembangan karier maka dalam setiap melaksanakan tugas, akan dilakukannya seoptimal mungkin tentunya demi meraih prestasi.
Setingkat SMP atau SMA ada tingkatan jabatan karier seperti Wali Kelas, Pembina Osis, atau Wakil Kepala, dan posisi yang terakhirlah banyak diincar oleh para guru, sebab posisi yang terakhirlah adalah merupakan jenjang untuk meraih posisi berikutnya yaitu Kepala sekolah.
Berdasarkan data yang ada di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bandung Barat, banyaknya SMA Negeri dan Swasta berjumlah 33 Sekolah, dan SMK Negeri dan Swasta berjumlah 14 sekolah dengan rincian sebagai berikut;
NO Nama Kecamatan Nama Sekolah
1 Rongga SMA Negeri Rongga
2 Gununghalu SMA Negeri Gununghalu
3 Sindangkerta SMA Negeri Sindangkerta
SMAS Muslimin
SMAS YAS
4 Cililin SMA Negeri 1 Cililin
SMAS PGRI
SMAS Mitradarma
SMAS Sumur Bandung
SMAS Muslimin
SMAS Leppesa
SMAS Harapan Bangsa
SMK Mitradarma
5 Cipongkor SMA Negeri Cipongkor
SMAS Muslimin
SMK Darul Fikri
6 Batujajar SMA Negeri 1 Batujajar
SMAS Al-Bidayah
SMK LPPM
SMK Mahardika
7 Ngamprah SMA Negeri Ngamprah
SMAS Bina Putra
SMK Patriot
SMK Tunas Bangsa
8 Cisarua SMA Negeri 1 Cisarua
9 Parongpong SMA Negeri Parongpong
10 Lembang SMA Negeri 1 Lembang
SMAS Al-Musyawarah
SMAS Nurul huda
SMAS Pancakarsa
SMAS PGRI
SMK 45
SMK Pakuan
11 Padalarang SMA Negeri 1 Padalarang
SMA Negeri 2 Padalarang
SMK Negeri 4 Padalarang
SMAS KP 5
SMK Widyakarya
12 Cipatat SMA Negeri Cipatat
SMK Wyatamandala
13 Cikalongwetan SMA Negeri Cikalongwetan
SMK BinaPrestasi
SMK KP 1
14 Cipeundeuy SMA Negeri 1 Cipeundeuy
SMAS PGRI 1
15 Cihampelas SMAS Darul Falah
SMK Negeri Cihampelas
JUMLAH SMA Negri 17 SMA SWASTA 30 Total Jumlah Sekolah 47
Sementara jumlah seluruh Guru SMA/ SMK negeri dan swasta berjumlah 1232 orang terdiri dari Guru Laki-laki sebanyak 658 dan guru Perempuan berjumlah 574 orang
Menurut Veithzal Rivai (2004: 281) Karier adalah jabatan yang diduduki seseorang dalam kehidupan kerjanya.Sedangkan menurut Tjutju Yuniarsih dan Suwatno ( 2008:139). Pengembangan karier adalah outcomes atau hasil yang berasal dari interaksi antara individu dengan proses manajemen karier organisasi. Setiap individu yang bekerja pasti memiliki harapan agar dapat meraih posisi atau kedudukan yang lebih baik.
Syarat-syarat menjadi Kepala Sekolah
Menurut Permendiknas no 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala sekolah dan Madrasah. Bahwa Syarat menjadi Kepala Sekolah harus memiliki Kualifikasi Umum dan Khusus. Kualifikasi Umum meliputi Pendidikan, harus berijazah terakhir setingkat S1 atau D4, Usia tidak lebih dari 56 tahun, memiliki Pengalaman sekurang kurangnya 5 tahun dan memiliki Pangkat/ golongan setara dengan III/c.
Sedangkan Kualifikasi khusus yang harus dimiliki yaitu Kepribadian, Manajerial, Kewirausahaan, supervisi dan social. Selengkapnya dapat dilihat syarat-syarat menjadi Kepala Sekolah :
A.KUALIFIKASI
Kualifikasi Kepala Sekolah/Madrasah terdiri atas Kualifikasi Umum, dan Kualifikasi Khusus.
1. Kualifikasi Umum Kepala Sekolah / Madrasah adalah sebagai berikut:
a. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang terakreditasi;
b. Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-tingginya 56 tahun;
c. Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya5 (lima) tahun menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-kanak /Raudhatul Athfal(TK/RA) memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA; dan
d.Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.
2.Kualifikasi Khusus Kepala Sekolah/Madrasah meliputi:
Kepala Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliya (SMA/MA) adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru SMA/MA;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMA/MA;dan
3)Memiliki sertifikat kepala SMA/MA yang diterbitkanoleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah AliyahKejuruan (SMK/MAK) adalah sebagai berikut:
1)Berstatus sebagai guru SMK/MAK;
2)Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SMK/MAK; dan
3)Memiliki sertifikat kepala SMK/MAK yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.
B.KOMPETENSI DIMENSI
1. Kepribadian
1.1Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas disekolah/madrasah.
1.2Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
1.3Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah/madrasah.
1.4Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
1.5Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah/madrasah.
1.6Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.
2. Manajerial
2.1 Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan perencanaan.
2.2 Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan kebutuhan.
2.3 Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal.
2.4Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajar
yang efektif.
2.5.Menciptakan budaya dan iklimsekolah/ madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
2.6Mengelola guru dan staf dalamrangka pendayagunaan sumberdaya manusia secara optimal.
2.7Mengelola sarana dan prasaranasekolah/ madrasah dalam rangka pendayagunaan secara
optimal.
2.8Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan
ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/ madrasah.
2.9Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas peserta didik.
2.10Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan
tujuan pendidikan nasional.
2.11Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
2.12Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan
sekolah/madrasah.
2.13Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik disekolah/madrasah.
2.14Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
2.15Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
2.16Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan sekolah/ madrasah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.
3. Kewirausahaan
3.1Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangansekolah/madrasah.
3.2Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi
pembelajar yang efektif.
3.3Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah.
3.4Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang
dihadapi sekolah/madrasah.
3.5Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
4. Supervisi
4.1Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme
guru.
4.2Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan
teknik supervisi yang tepat.
4.3Menindaklanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan
profesionalisme guru.
5. Sosial
5.1 Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah
5.2 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
5.3 Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.
Tentu saja dari persyaratan yang sudah diturunkan berdasarkan permen tersebut yang begitu banyak dan ngejelimet, maka diperlukan terobosan-terobosan untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Beberapa hal yang perlu diterobos oleh seorang guru guna pengembangan karier; Pertama Membangun diri (Self develops), Membangun diri sendiri adalah sebagai upaya untuk meraih kesempatan maka kita perlu melakukan kesiapan (kemampuan). Kesiapan ini dapat ditempuh melalui mengikuti diklat, pelatihan-pelatihan atau melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan telah memiliki kesiapan-kesiapan maka apabila ada kesempatan maka kita tidak akan menyia-nyiakan kesempatan, tentunya biasanya kesempatan tidak akan datang dua kali.
Kedua . Prestasi kerja (job performance), dengan bekal yang telah kita miliki maka selanjutnya menunjukkan prestasi kerja (kinerja) yang baik, sebab pengembangan karier umumnya terletak pada kinerja dan atau prestasi. Prestasi kerja merupakan faktor yang paling dominan untuk meningkatkan dan mengembangkan karier seorang guru. Prestasi kerja ini merupakan bahan penilaian kinerja seorang guru. Berdasarkan prestani inilah seorang Kepala pada saatnya nanti akan mengusulkan kepada atasannya untu meningkatkan karier bawahannya. Walaupun usulan tersebut terkadang selalu berdasarkan Daftar Urutan kepegawaian (DUK), namun bukan hal yang mustahil apabila kita memiliki segudang prestasi, kepala akan melirik kita untuk mengajukannya.
Ketiga, Kesetiaan terhadap organisasi (organizational loyality) artinya seberapa jauh seorang guru loyal terhadap keputusan-keputusan yang telah dibuat oleh Kepala. Apakah banyak menentangnya atau mendukung. Tentu saja yang sangat diharapkan adalah selalu mendukung dan menjalankan, dan tentunya kita selalu memberikan masukan-masukan program yang sesuai .dengan visi dan misi yang telah direncanakan oleh Kepala sekolah. Inilah salah satu bentuk loyalitas. Tentunya tidak menggunakan Pilsafat Kodok (jilat atas sikut kiri-kanan dan injak bawah)
Keempat. Pembimbing dan sponsor (mentors and sponsors), Pembimbing adalah orang yang memberikan nasihat-nasihat atau saran-saran kepada seseorang dalam upaya mengembangkan karier. Sedangkan sponsor adalah seseorang yang sangat penting karena dapat menciptakan kesempatan bagi guru untuk mengembangkan karier. Pembimbing dan sponsor ini bisa saja kepala sekolah atau kepala-kepala lainnya yang berhubungan dengan pengembangan karier guru yang harus terus didekati..
Kelima. Jaringan kerja (net working), Hubungan dengan Pembimbing dan sponsor terus dibina dengan melakukan kontak pribadi dan professional dalam artian hubungan tersebut jangan sampai putus bahkan harus ditambah dengan organisasi-organisasi profesi seperti PGRI atau sesama guru terus dijalin, dimana nantinya dapat memberikan akses kepada seseorang yang bisa jadi penting meningkatkan karier.
Apabila kelima langkah tersebut telah ditempuh namun posisi yang diharapkan belum juga dapat diraih, maka keberuntungan atau Allah belum meridhoi kita untuk menempati posisi tersebut, artinya kita tetap harus bersabar dan dan banyak berdoa. Menurut Rhenal Kasali banyak-banyaklah melakukan monolog dalam artian instropeksi pada diri sendiri.
Sumber Pustaka
1. Dessler, Gary, 2006,Manajemen Sumber Daya Manusia, Klaten: PT. Intan Sejati Klaten.
2. Tjutju Yuniarsih, dan Suwatno, 2008, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: CV Alfabeta.
3. Veithzal, Rivai, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan,Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.
4. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 13 TAHUN 2007 TANGGAL 17 APRIL 2007 TENTANG STANDAR KEPALA SEKOLAH/MADRASAH
Translate
Subscribe to:
Post Comments (Atom)












3 komentar:
BAguslah untuk pemula
denny mariana smk 45 lembang, oke lah bagus !
denny mariana kepsek smk 45 lembang kab.bandung barat, siap bersaing di dunia global, smk 45 kembang harus menjadi smk yang profesional dan mandiri !
Post a Comment