Translate

Home » » Struktur Kurikulum SMA 2013 ( Bagian 1)

Struktur Kurikulum SMA 2013 ( Bagian 1)

  • Beberapa Komentar di Uji Publik  Kurikulum 2013
    imam mtq 
     . yogyakarta, 12 Dec 2012
    Tim Kurikulum 2013 yth, melihat struktur kurikulum pend menengah ini ada beberapa masukan/pertanyaan dari kami para guru yang bersertifikasi ketrampilan : 1. Mapel ketrampilan yang ada di kurikulum 2006 apakah di kurikulum 2013 berubah nama menjadi mapel prakarya?. Karena menurut kami mapel ketrampilan dan prakarya mempunyai filosofi dan tujuan yang sama yaitu mengenalkan kepada siswa mata pelajaran praktek yang menghasilkan suatu karya (produk) dari suatu ketrampilan yang diajarkan. Dan suatu karya (produk) ini jika dikembangkan bisa menjadi bekal siswa untuk berwirausaha. Usul kami agar nama mapelnya tetap ketrampilan karena mapel tersebut sudah banyak guru pengampunya dan bersertifikasi, sehingga jangan ada kesan bahwa perubahan nama mapel terkesan tidak melihat/dilandasi oleh bukti yang sudah ada, tidak berkesinambungan, dipaksakan dan menyengsarakan kami para guru yang telah mempunyai sertifikasi. 2. Kalau toh nama Prakarya itu menurut Tim Kurikulum yth yang paling tepat, tolong ada penjelasan bahwa mapel prakarya merupakan perubahan nama dari mapel ketrampilan atau mapel prakarya = mapel ketrampilan di kurikulum 2006. Hal ini berarti ada kesinambungan nama antara mapel di kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013, sehingga kami dari guru ketrampilan menjadi tenang. 3. Mapel ketrampilan (sekarang prakarya ?) merupakan mapel yang tidak bisa dipandang sebelah mata hal ini disebabkan mapel ketrampilan bisa menjadi mapel penyeimbang antara peggunaan otak kanan dan otak kiri sehingga siswa tidak hanya diajarkan materi yang menguras tenaga dan pikiran tetapi juga diberi mata pelajaran yang rekreatif dan bersifat praktek, seperti halnya mapel Penjasorkes, seni budaya, maupun agama (praktek ibadah). 4, Mapel ketrampilan (prakarya) mengajarkan siswa suatu ketrampilan dasar yang oleh siswa dapat dikembangkan sendiri menjadi bekal siswa untuk berwirausaha, hal ini sejalan dengan program pemerintah sendiri dalam hal mengembangkan jiwa berwirausaha (entrepreneur) sejak dini. 5. Kurikulum sebaik apapun sangat tergantung oleh banyak pihak, kami dari pihak guru yang bertugas di garis depan tentunya berusaha sekuat tenaga untuk menterjemahkan mulai dari filosofi perubahan kurikulum tersebut sampai dengan implementasi di kelas (yang paling penting), disisi lain kami juga membutuhkan kepastian dan ketenangan dalam hal ini adanya kepastian mata pelajaran yang kami ampu. Demikian pertanyaan dan usulan dari kami dari para guru ketrampilan semoga didengar dan dikabulkan usulan kami, dan harapan kami siswa kita akan mampu bersaing di kancah global, tetapi tetap mempunyai ciri khas budaya Indonesia dan mempunyai akhlak yang baik. Semoga.
  • marsin Kepulauan riau, 12 Dec 2012
    Mata Pelajaran Pilihan untuk SMALB/SMKLB disamakan saja yaitu keterampilan sesuai dengan minat bakat dan kemampuan siswa. Untuk siswa ABK yang berkeinginan untuk kuliah wajib diterima di sekolah inklusi.
  • gusipul Jawa timur, 12 Dec 2012
    Pengembangan kultur lokal pada masa kini dapat dipandang sebagai ekspresi dari nasionalisme baru masyarakat lokal. Ini adalah sah. Namun demikian, demi kelanjutan cita-cita negara Republik Indonesia yang bersatu, demokratis, bebas, adil, dan mengakui hak azazi dan hak sosiokultural setiap individu dan kelompok, maka upaya pengembangan kultur lokal ini seyogyanya dilaksanakan dalam kontkes masyarakat multikultural Indonesia. Dalam masyarakat multikultural Indonesia, masyarakat lokal adalah ‘rakyat’ dari sebuah daerah dalam lingkungan negara Republik Indonesia. Sebagai rakyat daerah, mereka mempunyai hak untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara memfungsikan dan memajukan kultur sendiri. Sebagai rakyat sebuah daerah, mereka mempunyai hak untuk melestarikan dan mewariskakan kultur lokal mereka kepada generasi berikutnya. Selanjutnya, dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari masyarakat bangsa Indonesia, mereka adalah bagian dari permadani kultur Indonesia yang indah dan berwarna-warni. Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, mereka tentu berkeinginan untuk menyumbangkan unsur-unsur dari kultur mereka bagi memperkaya kultur nasional Indonesia. Jika kultur nasional Indonesia adalah satu bangunan hasil sumbangan dari puncak-puncak kultur lokal, maka mereka akan mengusahakan sebanyak mungkin puncak-puncak kultur lokal mereka untuk disumbangkan bagi bangunan kultur nasional Indonesia. Itulah tujuan yang ingin dicapai oleh usaha pengembangan kultur lokal. Jadi, upaya pengembangan kultur lokal, sepanjang hal itu dilakukan dalam konteks pembanguan masyarakat multikultural Indonesia, adalah positif dan menggembirakan. Karena itu, upaya seperti ini harus didukung oleh semua pihak, termasuk pemerintah nasional Indonesia.
  • Donald Kartika S Di. yogyakarta, 12 Dec 2012
    Mohon diperhatikan nasib guru yang dihapus mapelnya pdhl sdh tersertifikasi,akan dikemanakan,jangan mjd korban kebijakan yg gonta-ganti..
  • taufikbr Sulawesi utara, 12 Dec 2012
    Kenapa mata pelajaran wajib masih dibagi menjadi kelompok A dan kelompok B ? Apa tujuan pembagian ini ? kan sama-sama mata pelajaran wajib. Usul saya lebih baik disatukan saja Kelompok A (wajib) terdiri dari 9 mata pelajaran tersebut, Kelompok B (Peminatan) dan Kelompok C (pilihan). Untuk pelaksanaan pembelajarannya perlu dibuatkan sebuah Juknis, karena hal ini nanti akan terjadi 'Moving class' dari pelajaran wajib siswa akan terpecah untuk mengikuti pelajaran peminatan, dan akan terpecah lagi untuk mengikuti pelajaran pilihan.
Share this article :
 
Support : Copyright © 2011. Intisari Pendidikan.blogspot.com - All Rights Reserved