Translate

Home » » MOPD

MOPD

MOPD Tematik
Oleh Drs. Iwan Rudi Setiawan
(Guru SMA PGRI Cililin dan SMAN 1 Batujajar)
Setiap tahun ajaran baru disetiap persekolahan mulai tingkat SMP hingga Perguruan Tinggi, selalu diadakan orientasi studi atau di tingkat SMP dan SMA dikenal dengan istilah Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD). Namun dari waktu ke waktu selalu begitu dan begitu saja tidak terlalu banyak perubahan, hanya tahun 2007 ada sedikit perubahan yaitu dengan menyisipkan Emotional Spiritual Quentien (ESQ) ala Ary Ginanjar. Setelah itu kembali lagi ke gaya dulu lagi.
Seperti namanya, “orientasi studi”, bertujuan untuk memberikan arah (orientasi) kepada anggota baru. Di lingkungan persekolahan agar lebih mengenal lingkungan persekolahan seperti peraturan sekolah, kegiatan eskul , hingga cara belajar, kemudian menunjukkan ruang perpustakaan, laboratorium, tempat membayar SPP, dan guru-guru dan lain lain.
MOPD tak ubahnya hajat OSIS, dimana para pengurus OSIS membuat berbagai kegiatan yang tentunya tujuannya agar siswa baru mengikuti jejak seniornya. Namun dalam upaya tebar pesona terkadang tidak sedikit pengurus OSIS yang over acting, sehingga mengakibatkan berjatuhnya korban seperti, Roy Aditya Perkasa Calon Siswa SMAN 16 Surabaya.
Meninggalnya Roy Aditya Perkasa, menurut keluarganya sehari sebelum meninggal merasakan kelelahan. (Media Indonesia 15/7) Bagaimana tidak? Biasanya ia bersekolah dari jam 07.00 sampai dengan jam 13.00. Sekarang MOPD berlangsung sampai jam 16.30, dan setiap harinya dibebani dengan tugas-tugas yang secara tidak langsung memberatkan calon siswa baru.
Apa sih tujuan dan manfaat diadakannya MOPD. Ada beberapa tujuan atau manfaat dari program MOPD:
1)Memperkenalkan calon anggota organisasi dengan organisasi yang bersangkutan dengan sangat cepat.
2)Memperkenalkan dan menimbulkan hubungan baik antara anggota lama dan anggota baru.
3)Menimbulkan rasa memiliki dan solidaritas.
4)Mencari bakat-bakat dan kader (pemimpin) dari anggota baru.
5)Mengajarkan disiplin.
Jika hal tersebut yang menjadi acuannya, mengapa siswa harus membawa ini, itu, yang tentunya merepotkan semua keluarga siswa tersebut, dan tentu inilah yang dinamakan perpeloncoan, sebab jika tidak membawa yang diperintahkan seniornya, maka bersiap-siaplah untuk mendapat bentakan ataupun hukuman push up, bending, dan lain-lain. Pihak sekolah tentunya tahu akan peristiwa ini Khususnya PKS Kesiswaan atau Pembina OSIS namun selalu menutup mata atau pura-pura tidak tahu.
Sebenarnya apa itu MOPD dan bagaimana cara membuat sebuah program MOPD yang baik, dimana tujuan tercapai akan tetapi ekses negatif ditiadakan atau diminimalkan?
Secara umum kegiatan MOPD terbagi kedalam tiga materi. Pertama materi umum menyangkut tata tertib sekolah, dinamika kelompok, dan pengenalan lingkungan. Kedua materi utama mengenalkan tentang Wawasan wiyatamandala , cara belajar di SMA. Bagian Terakhir adalah materi pendukung seperti perkenalan dengan pengurus OSIS, Perkenalan jenis-jenis ektra kulikuler yang ada di sekolah tersebut, dan permainan-permainan, serta shalat berjamaah.
Dave Meier dalam bukunya tentang “The Accelerated Learning Handbook” menunjukkan cara-cara untuk memberikan pembelajaran yang menarik dalam waktu singkat. Permainan-permainan, kuis, perlombaan dapat digunakan untuk memberikan pembelajaran yang efektif. Sebagai contoh, bisa dibuat sebuah perlombaan (setelah membagi peserta dalam beberapa kelompok) dengan materi mengenai program yang sedang dibahas. Dengan cara ini peserta MOPD mengetahui lebih dalam lagi mengenai program tersebut. Pendekatan Accelerated Learning (AL) menunjukkan bahwa orang lebih mudah menerima informasi jika dia dalam keadaan gembira, dan tanpa tekanan.
Mengingat kegiatan MOPD ini dirasakan sangat penting maka perlu diadakan perbaikan agar betul-betul peserta MOPD setelah memasuki hari sekolah yang normal bisa beradaptasi dengan baik. Menurut penulis sebaiknya MOPD yang dilakukan harus memiliki tema, seperti SMAN 1 Batujajar bertemakan lingkungan, namun tidak hanya menyuruh peserta MOPD membawa tanaman atau sekedar membersihkan lingkungan, akan tetapi di dalam kelas perlu dilakukan kegiatan yang mengarahkan peserta kepada persoalan-persoalan lingkungan (Tema), yang selanjutnya dibahas oleh para peserta MOPD melalui strategi pembelajaran seperti Team Game Tournament,Jigsaw ataupun melalui Numberel Head Together (NHT) maka peserta MOPD akan lebih memahami lagi tentang manfaat menjaga lingkungan sekitarnya tentunya dengan cara yang sangat Fun.
MOPD yang baik adalah kegiatannya benar-benar dapat dirasakan manfaatnya baik oleh Peserta maupun penyelenggara.
Hanya melalui MOPD Tematiklah, tujuan dan manfaat MOPD dapat tercapai. Semoga.

---o0o---
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Copyright © 2011. Intisari Pendidikan.blogspot.com - All Rights Reserved