Translate

Home » » Memantapkan Profesionalisme Koperasi Guru

Memantapkan Profesionalisme Koperasi Guru

Menumbuhkan Profesionalisme Koperasi Guru

Makmurnya suatu Koperasi, berarti makmurnya masyarakat, ruksaknya koperasi , berarti miskinnya masyarakat. (Moh. Hatta)

Enam puluh dua tahun sudah kini usia Koperasi Indonesia, sebuah usia menujukkan kematangan (maturity), dalam kehidupan. Pada usia ini seharusnya sudah terasa titik terang apakah hidupnya sudah makmur atau belum, sebab pada usia inilah merupakan titik kulminasi seseorang di dalam kehidupan.

Koperasi Guru merupakan koperasi yang pemilik dan pelanggannya mayoritas berstatus guru. Tentu saja dengan mempertaruhkan status keguruan maka koperasi guru dituntut untuk menjadi koperasi yang sehat. Sehat secara administrasi, sehat usahanya dan sehat pengurusnya. Dengan tiga sehat yang dimiliki oleh koperasi guru maka jelaslah koperasi guru akan lebih banyak memakmurkan anggotanya (guru), namun dalam kenyataanya masih banyak koperasi guru yang jalannya terseok-seok, bahkan menuju kearah kebangkrutan alias bubar. Mengapa ?

Banyaknya koperasi guru yang dijalankan tidak profesional, karena. Pertama, Pengurus melayani anggota sebatas waktu luang yang dimiliki karena melaksanakan tugas seorang guru untuk mengajar atau menyiapkan administrasi guru . Kedua, Pengurus beranggapan bahwa memimpin koperasi sama dengan memimpin organisasi sosial lainnya, sehingga melaksanakan organisasinya seperti organisasi lain yang bergerak jika menemui permasalahan. Ketiga, memilih pengurus hanya didasari atas perilaku jujurnya seorang pengurus tanpa memperhatikan jiwa entrepreneurship yang dimilikinya. Keempat, Pengurus tidak menyadari bahwa menjadi pengurus koperasi berarti menjadi seorang entrepreneur, sehingga harus selalu di elaborasi tentang kewirausahaannya. Kelima, perilaku anggota yang berpartisipasi terhadap koperasi hanya untuk meminjam (kredit) , sedangkan pembelian tunai lari ke supermarket atau jika punya Rejeki lebih, menyimpannya di Bank. Keenam, menyepelekan upaya legalitas usaha, yaitu tidak menyegerakan membikin Badan Hukum.

Image dan perilaku inilah yang harus dirombak. Ingat seorang guru adalah kaum intelektual sebab didalamnya banyak yang menyandang gelar sarjana. Artinya banyak anggota dan pengurus memiliki jiwa kritis dan selalu mengarahkan jalannya pada kehidupan yang lebih baik, mudah menerima perubahan-perubahan yang terjadi. Namun kenyataannya anggota kurang antusias dalam kegiatan koperasi, yang dipikirnya hanyalah berapa besarnya SHU yang diterima, tanpa memikirkan bagaimana agar SHUnya dapat meningkat, atau bagaimana caranya agar koperasinya lebih maju lagi.

Bagaimanakah mengurus koperasi secara profesional itu? Profesionalisme dapat diartikan sebagai “a focused, accountable, confident, competent, motivation toward a particular goal, with respect for hierarchy and humanity, less the emotion” . Seseorang dikatakan profesional adalah apabila sangat memperhatikan pekerjaannya, dapat dipertanggungjawabkan segala kegiatannya baik secara materil maupun immateril, kemudian memiliki keyakinan serta sangat ahli dibidangnya. Dengan demikian maka menjadi pengurus koperasi jangan setengah-setengah, apalagi hanya memanfaatkan waktu luang saja dalam melayani anggotanya. Kemudian Pengurus memiliki penciuman sangat tajam terhadap peluang-peluang bisnis yang mungkin dapat membesarkan koperasi. Seperti membuat link dengan perusahaan-perusahaan yang ada, yang memungkinkan terjadinya win-win.

Di era Globalisasi, bila koperasi tidak dikelola secara Profesional maka koperasi menjadi termarginalkan kemudian collaps dan pada akhirnya menjadi pailit. Hal ini sangat tepat dengan tema hari koperasi ke 62 yang diselenggarakan di Samarinda yaitu “Memantapkan gerakan Koperasi dalam dinamika global”

Koperasi..... Sehat, Koperasi...... Maju, Koperasi...... Kuat. (yel yel ibu Hj. Aliah widyaiswara UMKM)

Penulis

Drs. Iwan Rudi Setiawan

Peserta Pelatihan Managerial dan Kewirausahaan bidang Perkoperasiaan angkatan XXII dan Pengawas Koperasi Guru SMAN 1 Batujajar

Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

 
Support : Copyright © 2011. Intisari Pendidikan.blogspot.com - All Rights Reserved