Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Bawesdan, telah memboyong 503 kepala sekolah untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo, sebagai hadiah atas telah menyelenggarakan Ujian Nasional secara "jujur" dan baik dengan istilah "berintegritas".
Kata integritas berasal dari bahasa Inggris integrity, yang berarti menyeluruh, lengkap, atau segalanya. Kamus Oxford menghubungkan arti integritas dengan kepribadian seseorang yaitu jujur dan patuh. Paul J. Meyer menyatakan bahwa ”integritas itu nyata dan terjangkau, dan menyangkut sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia. Jadi, saat berbicara tentang integritas tidak pernah lepas dari kepribadian dan karakter yang dapat dipercaya, komitmen, tanggung jawab, jujur, benar, setia.
Apakah yang menyelenggarakan Ujian Nasional secara jujur dapat disebut sebagai sekolah berintegritas ?
Kata integritas berasal dari bahasa Inggris integrity, yang berarti menyeluruh, lengkap, atau segalanya. Kamus Oxford menghubungkan arti integritas dengan kepribadian seseorang yaitu jujur dan patuh. Paul J. Meyer menyatakan bahwa ”integritas itu nyata dan terjangkau, dan menyangkut sifat seperti: bertanggung jawab, jujur, menepati kata-kata, dan setia. Jadi, saat berbicara tentang integritas tidak pernah lepas dari kepribadian dan karakter yang dapat dipercaya, komitmen, tanggung jawab, jujur, benar, setia.
Apakah yang menyelenggarakan Ujian Nasional secara jujur dapat disebut sebagai sekolah berintegritas ?
sebuah sekolah dikatakan berintegritas apabila memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Komitmen dan Loyalitas.
Sekolah yang berintegritas memiliki janji yang kuat, yang telah dinyatakan dalam Visi Misi sekolah, dan setia melayani peserta didik dengan segala macam kebutuhannya.
2 Bertanggung jawab.
Berani bertanggung jawab adalah wujud institusi (sekolah) yang sudah dewasa. Sekolah berintegritas harus berani mengambil risiko, memperbaiki keadaan, serta berhasrat melakukan kewajiban mendidik dan mengajar dengan kemampuan terbaik.
3. Dapat dipercaya.
Sebuah institusi dapat dipercaya bilamana ada kesesuaian antara perkataan dengan perbuatan. Tidak mengkhianati apa yang sudah diamanahkan dalam mendidik dan mengajar putra putri dari orang tua wali yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya.
4.Konsisten.
4.Konsisten.
Sekolah yang konsisten adalah sekolah yang tegas pada keputusan yang telah disepakati dan tidak goyah. Sekolah yang memilih sikap untuk melakukan yang benar dan tepat tanpa ada kebimbangan. Sebab, keputusan yang diambil adalah keputusan yang didasarkan pada fakta yang akurat, terukur, tujuan yang jelas, dan pertimbangan yang bijak. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah konsistensi, yaitu penguasaan diri dan kedisiplinan dari tiap individu yang ada di sekolah.
5. Berkualitas.
5. Berkualitas.
Sekolah yang berintegritas adalah sekolah yang mempunyai kualitas yang baik. Kualitas inilah yang nantinya menentukan kuantitas. Kita dapat melihat di setiap tahun ajaran baru, sebuah sekolah yang berkualitas (favorit) akan menjadi ajang rebutan para calon siswa. Mereka rela berdesak-desakan antre hanya agar dapat menjadi siswa dari sekolah yang bersangkutan. Ibarat ada gula ada semut. Bila sekolah itu sudah terasa “manis” maka calon siswa pun berduyun-duyun laksana semut yang siap mengerubunginya.
Sekolah berintegritas akan selalu didambakan, baik oleh pengelola sekolah itu ataupun masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya. Namun, sebagai sekolah jangan hanya bangga dengan sebutan “berintegritas” saja. Alangkah baiknya jika sekolah yang bersangkutan selalu memperbaiki kinerjanya. Tentu kita semua sadar bahwa mempertahankan jauh lebih berat daripada meraihnya, sebab butuh kerja keras dan kerja cerdas agar label “berintegrasi” itu terus tersematkan.
Pemerintah pun diharapkan jangan mudah mengobral label “sekolah berintegritas”. Cara pengukurannya pun jangan hanya didasarkan pada analisis terhadap pola respons jawaban UN saja. Tetapi juga pada pengamatan yang riil di lapangan sehingga pemberian penghargaan kepada sekolah yang mempunyai integritas tidak salah sasaran. Jangan sampai kita hanya terjebak pada seremoni label belaka.
Sekolah berintegritas akan selalu didambakan, baik oleh pengelola sekolah itu ataupun masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya. Namun, sebagai sekolah jangan hanya bangga dengan sebutan “berintegritas” saja. Alangkah baiknya jika sekolah yang bersangkutan selalu memperbaiki kinerjanya. Tentu kita semua sadar bahwa mempertahankan jauh lebih berat daripada meraihnya, sebab butuh kerja keras dan kerja cerdas agar label “berintegrasi” itu terus tersematkan.
Pemerintah pun diharapkan jangan mudah mengobral label “sekolah berintegritas”. Cara pengukurannya pun jangan hanya didasarkan pada analisis terhadap pola respons jawaban UN saja. Tetapi juga pada pengamatan yang riil di lapangan sehingga pemberian penghargaan kepada sekolah yang mempunyai integritas tidak salah sasaran. Jangan sampai kita hanya terjebak pada seremoni label belaka.
Sumber :
http://dok.joglosemar.co/baca/2015/12/30/sekolah-dan-integritas.html












0 komentar:
Post a Comment